Sebelumnya
BPBD DKI mengimbau masyarakat yang berada di wilayah pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca dan kondisi air laut, serta menghindari aktivitas di kawasan rawan rob, terutama saat pasang tinggi.
Selain itu, warga diminta memastikan sistem drainase di lingkungan sekitar rumah berfungsi dengan baik, guna mengurangi potensi genangan air. BPBD juga mengajak masyarakat untuk memantau informasi dan peringatan dini melalui kanal resmi, seperti bpbd.jakarta.go.id/gelombanglaut dan pantaubanjir.jakarta.go.id.
Warga juga dapat melaporkan potensi genangan atau banjir melalui aplikasi JAKI.
Baca juga : Manchester City Vs Chelsea, Berharap Keajaiban
“Dalam kondisi darurat, masyarakat dapat segera menghubungi layanan darurat 112,” ucap Isnawa.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan kesiapan infrastruktur kota untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem. Salah satunya, dengan menyiagakan sekitar 1.000 pompa yang tersebar di berbagai itik strategis. Baik itu pompa tetap, maupun pompa mobile.
Pram optimistis, dengan kesiapan pompa tersebut, Jakarta mampu menangani luapan air dengan cepat. Hal ini, lanjutnya, terlihat dalam penanganan tampak hujan deras yang sebelumnya terjadi, sehingga genangan dapat ditangani dalam waktu singkat. "Tidak sampai dua jam sudah kering. Sehingga, pengalaman inilah yang kami jalankan," tuturnya.
Baca juga : Malaysia Cup 2026, Indonesia Ancaman Bagi Tuan Rumah
Pram juga memastikan, jajarannya telah melakukan antisipasi menghadapi potensi cuaca ekstrem yang diprediksi BMKG.
Pram mengungkapkan, koordinasi dengan BMKG telah dilakukan sejak awal Desember 2025, guna memetakan risiko curah hujan tinggi di wilayah ibu kota.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta pun beberapa kali telah menerapkan teknologi modifikasi cuaca, untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem.
Baca juga : Kehidupan Aceh Perlahan Pulih
Anggota Komisi A DPRD DKI Riano P. Ahmad mewanti-wanti Pemprov DKI, melalui BPBD agar siaga menghadapi potensi cuaca ekstrem. Menurut Riano, cuaca ekstrem berpotensi menimbulkan banjir, angin kencang, dan pohon tumbang.
Peringatan itu perlu antisipasi sejak dini oleh BPBD hingga kecamatan dan kelurahan. “BPBD, perangkat kecamatan dan kelurahan harus bersiap untuk menghadapi situasi cuaca ekstrem ini,” ujar Riano.
Selain itu, Riano mengajak seluruh warga Jakarta menjaga lingkungan dan kebersihan wilayah, agar aliran air lancar, guna meminimalisir kemungkinan banjir. [DRS]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.