BREAKING NEWS
 

Kerek Pelayanan Air Bersih, Pramono Dorong PAM Jaya Melantai Di BEI Pada 2027

Reporter : FATIMAH AZ ZAHRA
Editor : MARULA SARDI
Jumat, 9 Januari 2026 09:55 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Foto: Zahra/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendukung transformasi PAM JAYA dan mendorong perusahaan daerah tersebut untuk melantai di bursa saham atau melakukan Initial Public Offering (IPO) pada tahun 2027, dengan porsi maksimal 30 persen saham untuk publik.

“Tetapi saya berpikir bahwa kalau PAM JAYA ke depannya lebih dikontrol publik atau sudah bisa IPO, dan maksimum IPO-nya adalah 30%, saya yakin ini akan membuat perusahaan ini semakin sehat," ujar Pramono saat groundbreaking pembangunan Gedung Sentra Pelayanan PAM JAYA, di fasilitas Instalasi Pengolahan Air (IPA) Pejompongan I, Jakarta Pusat, Kamis (8/1/2025).

Pramono menilai, pengalaman masa lalu ketika pengelolaan air Jakarta dilakukan oleh swasta menjadi pelajaran penting. Menurutnya, pengelolaan oleh PAM JAYA sejak 2023 menunjukkan hasil yang lebih positif, baik dari sisi layanan maupun kepuasan masyarakat.

“Karena dari sejarah belajar dari PAM JAYA sendiri, dulu ketika dikelola oleh swasta, capaiannya nggak pernah terpenuhi, masyarakatnya seringkali komplain, dan nggak sehat," katanya. 

Baca juga : Optimis Menang di Kandang Persib, Pramono Berharap Laga Berjalan Aman Dan Tertib

Ia mengungkapkan, saat ini cakupan layanan air bersih PAM JAYA telah mencapai 80,5 persen, dan menunjukkan peningkatan signifikan di wilayah-wilayah yang sebelumnya kerap mengalami keluhan, seperti Jakarta Utara, Jakarta Timur, dan sebagian Jakarta Barat.

“Kalau bisa 90% di tahun 2026, saya yakin maka di tahun 2029 mudah-mudahan bisa 100% dengan kualitas air yang cukup baik," jelas Pramono. 

Adsense

Pusat Layanan Dan Edukasi

Direktur Utama PAM JAYA, Arief Nasrudin, menjelaskan bahwa pembangunan Gedung Sentra Pelayanan PAM JAYA ini sejalan dengan implementasi Pergub DKI Jakarta Nomor 48 Tahun 2025, yang menargetkan 100 persen cakupan layanan air minum perpipaan pada tahun 2029, sekaligus memperkuat posisi PAM JAYA sebagai operator tunggal layanan air minum di Jakarta.

Baca juga : Gubernur Pramono Harap Bank Jakarta Segera Melantai Di Bursa Efek

Salah satu fungsi utama gedung ini adalah sebagai Pusat Edukasi Air, yang dirancang untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai siklus air, manfaat air minum perpipaan, konservasi air, serta pentingnya mengurangi penggunaan air tanah.

Selain fungsi edukasi, gedung ini juga akan menjadi sentral layanan terpadu, yang mengintegrasikan pelayanan pelanggan, call center, koordinasi antar divisi, hingga pengawasan operasional melalui War Room dan Command Center.

“Gedung Sentra Pelayanan ini kami bangun tidak hanya sebagai pusat layanan, tetapi juga sebagai pusat edukasi bagi masyarakat, agar semakin memahami pentingnya air minum perpipaan dan konservasi air," ujar Arief. 

Dengan kolaborasi antara infrastruktur, teknologi, dan edukasi publik, PAM JAYA optimistis mampu menghadirkan layanan air minum perpipaan yang semakin andal dan berkelanjutan bagi seluruh warga Jakarta.

Baca juga : Kekayaan Negara seperti Darah, Prabowo: Kalau Bocor, Bisa Kolaps

Gedung Sentra Pelayanan PAM JAYA ini dirancang setinggi 11 lantai dengan satu basement, memiliki luas bangunan sekitar 18.853,80 meter persegi, serta dibangun dengan konsep bangunan modern yang aman dan tahan gempa, dengan nilai investasi mencapai Rp259 miliar.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense