Dark/Light Mode

Universitas Pancasila Dorong SDM Humanis Lewat TIN Psikologi 2025

Kamis, 6 November 2025 13:01 WIB
Temu Ilmiah Nasional (TIN) 2025 Fakultas Psikologi Universitas Pancasila (Foto: Dok. UP)
Temu Ilmiah Nasional (TIN) 2025 Fakultas Psikologi Universitas Pancasila (Foto: Dok. UP)

RM.id  Rakyat Merdeka - Fakultas Psikologi Universitas Pancasila menggelar Temu Ilmiah Nasional (TIN) 2025, di Jakarta, Rabu (5/11/2025). Forum akademik tahunan ini mempertemukan peneliti, praktisi pendidikan, dan mahasiswa dari berbagai daerah. Tahun ini, TIN mengangkat tema “Peran Psikologi dan Pendidikan dalam Memperkuat Pembangunan Sumber Daya Manusia Indonesia”.

Tema tersebut menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia (SDM) tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga kesehatan mental, karakter, dan lingkungan belajar yang humanis.

Ketua Pelaksana TIN 2025 Andi Tenri Faradiba menekankan, psikologi dan pendidikan adalah fondasi pembentukan manusia sejak dini. “SDM tidak dibangun hanya melalui kebijakan, tetapi lewat relasi belajar yang aman, etis, dan menghargai nilai kemanusiaan. TIN menjadi ruang untuk memastikan ilmu psikologi dan pendidikan benar-benar berdampak bagi masyarakat,” ujarnya.

Baca juga : Perkuat Solidaritas Dan Kolaborasi, Human Initiative Gelar FIF 2025

Dekan Fakultas Psikologi Universitas Pancasila Prof. Awaluddin Tjalla menambahkan, TIN 2025 merupakan bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam memperkuat kontribusi keilmuan di ruang publik. “Hasil riset tidak boleh berhenti di ruang akademik. Ia harus kembali ke masyarakat melalui layanan pendidikan dan kemitraan lintas lembaga,” tegasnya.

TIN 2025 diikuti 109 peserta, mencerminkan tingginya perhatian terhadap isu kesehatan mental, kesenjangan akses pendidikan, serta kesejahteraan tenaga pendidik di tengah transformasi digital. Tiga pembicara kunci turut memberikan perspektif strategis mengenai pembangunan SDM Indonesia.

Pelaksana Tugas Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Sesditjendikti) Prof. Setiawan menekankan pentingnya transformasi pendidikan tinggi digital yang tetap menjaga nilai kemanusiaan. “Digitalisasi akan efektif bila mempertimbangkan kondisi psikologis mahasiswa maupun pendidik,” katanya.

Baca juga : ABM Group Dorong SDM Unggul dan Inklusif Lewat Program Machining

Nisa Felicia dari PSPK menyoroti pentingnya konsistensi arah kebijakan pendidikan nasional yang kini bergerak antara meritokrasi dan hak dasar warga negara.

Sementara, Prof. Dian Ratna Sawitri dari Universitas Diponegoro menekankan pentingnya resilience dan learning agility bagi generasi muda menghadapi disrupsi teknologi dan pasar kerja yang dinamis. “Resiliensi menuntut kemampuan beradaptasi, kolaborasi, pemecahan masalah, dan kesiapan belajar sepanjang hayat,” jelasnya.

Diskusi-diskusi dalam TIN 2025 menegaskan kembali peran perguruan tinggi sebagai penghasil pengetahuan yang harus berdampak nyata. Psikologi dan pendidikan dipandang sebagai aktor penting dalam membentuk SDM yang kompeten sekaligus sejahtera secara mental.

Baca juga : Wamenkop: Peran Universitas Perkuat Koperasi Dukung Kemajuan Ekonomi Daerah

Melalui kolaborasi yang terbentuk, TIN 2025 diharapkan melahirkan riset terapan, kemitraan institusional, program peningkatan kapasitas pendidik, serta layanan psikologis yang lebih inklusif dan merata.

Langkah ini menjadi bentuk nyata komitmen Fakultas Psikologi Universitas Pancasila untuk memastikan perguruan tinggi berperan aktif dalam pembangunan manusia Indonesia. TIN 2025 mengingatkan, pembangunan bangsa berawal dari pemahaman mendalam tentang manusia itu sendiri — pikirannya, emosinya, hubungan sosialnya, dan ruang tempat ia belajar serta tumbuh.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.