Sebelumnya
Program ini ditujukan untuk memudahkan masyarakat memperoleh pangan berkualitas dengan harga terjangkau selama Ramadan dan Idul Fitri.
“Melalui program ini masyarakat dapat membeli langsung produk pangan seperti beras, gula, minyak goreng, daging ayam, dan garam dengan harga terjangkau di 94 kantor cabang ID Food,” tuturnya.
Yosdian menegaskan, seluruh langkah tersebut merupakan bentuk tanggung jawab ID Food sebagai BUMN Pangan. Khususnya dalam menjaga keterjangkauan harga dan ketersediaan pangan, terutama saat kebutuhan masyarakat meningkat pada HBKN.
Menurutnya, melalui sinergi lintas pemangku kepentingan dan penguatan rantai pasok dari hulu hingga hilir, diharapkan pasokan pangan selama HBKN dapat terjaga.
“Sehingga mendukung ketenangan dan kenyamanan masyarakat dalam menyambut Hari Besar Keagamaan Nasional 2026,” harapnya.
Stok Beras Cukup
Baca juga : Pemerintah Targetkan PLTSa Beroperasi 2027
Senada, Perum Bulog memastikan ketersediaan beras nasional berada pada posisi yang sangat cukup guna menghadapi peningkatan konsumsi jelang momen penting seperti Imlek, Ramadan, dan Idul Fitri 2026.
Hingga awal Februari 2026, total stok yang dikuasai Bulog mencapai 3,3 juta ton. Jumlah ini terdiri atas Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebesar 3,22 juta ton dan stok komersial sebanyak 95.523 ton, yang tersebar di seluruh gudang wilayah Indonesia sebagai instrumen penjaga stabilitas harga.
“Selain mengamankan cadangan, Bulog juga melaporkan progres signifikan pada program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP),” kata Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani dalam Rapat Kerja bersama Komisi IV DPR di Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Hingga akhir Januari 2026, penyaluran beras SPHP ke masyarakat telah menyentuh angka 902.748 ton, atau setara dengan 60,18 persen dari target tahunan.
Stok pangan di berbagai wilayah Indonesia menjadi instrumen utama dalam mendukung stabilitas harga dan kepastian pasokan menjelang Idul Fitri, Ramadan, maupun Imlek.
Baca juga : Petugas Bongkar Rumah Semi Permanen Tepi Kali
“Kami memastikan ketahanan pangan dalam kondisi aman dan siap disalurkan,” ucapnya.
Di sektor bantuan sosial, Bulog mencatatkan realisasi penyaluran bantuan pangan alokasi Oktober dan November 2025 yang hampir rampung dengan persentase 99,39 persen.
“Penyaluran ini mencakup 363.299 ton beras dan 72.659 kiloliter minyak goreng yang diperuntukkan bagi keluarga penerima manfaat,” tuturnya.
Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menyambut baik persiapan yang dilakukan BUMN (Badan Usaha Milik Negara).
Namun dia mengingatkan, sebaiknya dipikirkan juga soal stok pangan dalam rangka mitigasi bencana di daerah pemasok.
Baca juga : Maju Ke Final Piala Liga Inggris, Arsenal Gagal Dijegal Chelsea
Ini mengingat hujan ekstrem, banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah berpotensi mengganggu distribusi bahan pokok, di tengah potensi meningkatnya permintaan jelang Ramadan dan Lebaran.
“Early warning system di tingkat Pemerintah Daerah harus disiapsiagakan. Begitu ada kekurangan pasokan, bisa langsung ditutup oleh daerah yang sedang panen,” saran Bhima kepada Rakyat Merdeka, kemarin. [DWI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.