BREAKING NEWS
 

Laporan Videografer RM Dari River Tubing Bogor

Hindari Macet, Asyik Juga WFA Sambil Berwisata Ria

Reporter & Editor :
DAUD FADILLAH
Jumat, 27 Maret 2026 06:25 WIB
Kemacetan di Jalan Gunung Menir, Desa Ciasihan, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (23/3/2026). (Foto: Daud Fadillah/rm.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemudik jangan lupa untuk terus memantau arus lalu lintas sebelum kembali ke Jakarta. Mengikuti imbauan Pemerintah untuk Work From Anywhere (WFA), bisa terhindar dari kemacetan parah.

Untuk Sobat RM, videografer media sosial (medsos) Rakyat Merdeka meliput arus lalu lintas di dekat salah satu obyek wisata yang letaknya tak begitu jauh bagi warga Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek), saat musim libur Lebaran 2026. 

Tepatnya, arus lalu lintas di dekat obyek wisata River Tubing, Sungai Cikuluwung, Jalan Gunung Menir, Desa Ciasihan, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Senin pagi hingga siang (23/3/2026). 

Maksud hati kembali ke Jakarta pada sore hari, videografer RM mengurungkan niat itu, karena terjadi kemacetan panjang di kawasan yang menanjak-menurun curam di jalan sempit ini. Sejumlah mobil dan motor yang mogok lantaran tak kuat menanjak, menambah parah kemacetan. 

Baca juga : Susah Cari Pengganti Salah

Dalam situasi lalu lintas yang ruwet itu, akhirnya kami memutuskan untuk mengikuti imbauan Pemerintah, yakni menerapkan skema WFA alias kerja dari mana saja. Sehingga, tidak perlu buru-buru kembali ke Jakarta, demi meminimalisir kemacetan. 

Setelah penat melihat kemacetan, kami agak menjauh dari Jalan Gunung Menir. Melangkah turun ke arah Sungai Cikuluwung yang berada di bawah jalan tersebut. Dari tepi sungai ini, kami melihat keseruan permainan river tubing. Tawa ceria para wisatawan yang mengikuti permainan ini, membangkitkan semangat kami menyusun laporan info lalu lintas untuk Sobat RM. 

Tapi sayang, sinyal di lokasi bawah (lembah) yang dikelilingi perbukitan ini, lemah. Aplikasi mengedit video jadi lemot. Bahkan, untuk memposting satu video berdurasi maksimal satu menit saja, membutuhkan waktu sekitar 45 menit. 

Adsense

Hal serupa terjadi di tempat kami menginap, yang posisinya di atas lembah. Lantaran sinyal lemot, kami harus ekstra sabar untuk menyampaikan laporan kepada Sobat RM dari penginapan sederhana bertarif Rp 300 ribu per kamar, per hari ini. 

Baca juga : Duduki Papan Atas F1, Tim Mercedes Ogah Terlena

Hingga Selasa sore (24/3/2026), kami masih WFH di lokasi ini, sembari menikmati kopi pahit, bala-bala dan lontong yang dibungkus daun patat nan harum. Tepatnya di sebuah warung makan yang fasadnya sederhana, terbuat dari kayu dan bilik bambu. Lokasinya juga di atas lembah. 

Meskipun di atas lembah, sinyal juga lemot di warung milik sepasang kakek-nenek yang ramah ini. Kami masih membutuhkan waktu sekitar 45 menit untuk memposting satu video pendek bagi Sobat RM. 

Tapi, situasi WFA itu lebih baik ketimbang kami harus bermacet-macetan di jalan sempit yang menanjak dan menurun curam, demi buru-buru kembali bekerja di Jakarta. Setelah arus lalu lintas agak lancar, barulah kami kembali ke Jakarta. 

Sebagai informasi, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi kembali meminta masyarakat memaksimalkan pemanfaatan kebijakan Pemerintah berupa WFA untuk meminimalisir kemacetan pada musim libur Lebaran. 

Baca juga : Australia Larang Masuk Warga Berpaspor Iran

“Kami mengimbau masyarakat mengatur waktu perjalanan, menghindari puncak arus balik, dengan cara memaksimalkan WFA yang diberlakukan Pemerintah pada 25, 26 dan 27 Maret 2026,” ujarnya, dalam keterangan resmi Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah, Rabu (25/3/2026). 

Dalam keterangan resmi itu, Pemerintah memprediksi, puncak arus balik tidak hanya terjadi pada 24–25 Maret, tetapi berpotensi kembali meningkat pada 28–29 Maret 2026. 

Menhub juga mengingatkan masyarakat untuk mengecek informasi rekayasa lalu lintas yang bersifat dinamis dari pihak Kepolisian, sebelum berangkat. “Masyarakat dapat memanfaatkan aplikasi Travoy atau call center Jasa Marga,” ucapnya. [DAF]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense