Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Disepakati Menteri, Nunggu Persetujuan Presiden
WFH 1 Hari Tiap Pekan, Sekolah Tetap Masuk
Kamis, 26 Maret 2026 07:40 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Rencana pemberlakuan kebijakan Work From Home (WFH) sudah disepakati para menteri. Pelaksanaannya kini tinggal menunggu persetujuan Presiden Prabowo Subianto. Sementara, untuk kegiatan belajar mengajar di sekolah tetap berjalan secara tatap muka.
Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian mengatakan, kebijakan WFH satu hari tiap pekan telah disepakati melalui rapat lintas kementerian pada Selasa (24/3/ 2026).
“Mayoritas setuju untuk satu hari yang sama,” kata Tito kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (25/3/2026).
Baca juga : Dipastikan Tito: 99,9% Korban Bencana Sumatera Tinggalkan Tenda Pengungsian
Menurut Tito, kebijakan tersebut tidak akan mengganggu jalannya penyelenggaraan pemerintahan. Kata dia, pemerintah telah memiliki pengalaman menerapkan sistem kerja jarak jauh saat pandemi Covid-19.
“Pada masa Covid-19, bahkan work from office (WFO) hanya sekitar 25 persen. Di Kemendagri, dengan WFO 25 persen saja tetap bisa berjalan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengalaman tersebut menjadi modal bagi pemerintah jika kebijakan WFH kembali diterapkan secara terbatas. Tito juga meyakini pemerintah daerah memiliki pengalaman serupa dalam mengelola pola kerja fleksibel.
Baca juga : Satriwan Salim: Aturan Ini Jangan Hanya Jadi Macan Kertas Saja
“Hanya mungkin karena sekarang ada kepala daerah baru, nanti akan kami berikan penjelasan,” katanya.
Meski demikian, mantan Kapolri itu menegaskan layanan publik yang bersifat esensial harus tetap berjalan normal, seperti sektor transportasi, layanan darurat, rumah sakit, hingga kebersihan kota.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno memastikan, kegiatan belajar mengajar di sekolah tetap berlangsung secara tatap muka. Pemerintah menilai proses pembelajaran harus berjalan optimal guna mencegah learning loss di kalangan siswa.
Baca juga : Hetifah Sjaifudian: Pengawasan Tak Bisa Dibebankan Ke Satu Pihak
“Khusus di bidang pendidikan, sesuai hasil koordinasi dengan Mendikdasmen dan Menag, kami menjamin proses pembelajaran siswa tetap berjalan seperti biasa,” ujar Pratikno dalam keterangannya, Rabu (25/3/2026).
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya