RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memantau harga hewan kurban masih dalam batas wajar. Pengawasan akan terus dilakukan hingga Hari Raya Idul Adha untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaannya.
Hari Raya Idul Adha, 27 Mei 2026, sekitar dua pekan lagi. Seperti tahun-tahun sebelumnya, muncul pedagang sapi dan kambing di lahan-lahan kosong di pinggir jalan.
Seperti terlihat di kawasan Benyamin Sueb, Pademangan Timur, Jakarta Pusat, seberang Hutan Kota Kemayoran.
Di sini, terdapat beberapa lapak pedagang yang menjajakan sapi dan kambing. Lapak mereka semi permanen, terbuat dari bambu. Atapnya dari terpal berkelir biru.
Baca juga : Kapal Milan Nyaris Karam
Pekerja Rafa Farm Qurban, Muhammad Haikal menuturkan, penjualan hewan kurban di lapak tempat kerjanya normal, seperti tahun sebelumnya.
Haikal menjelaskan, bosnya menjual berbagai jenis sapi. Mulai dari Simmental (Silantar), Malpur (Pegon) dan Limosin. Warnanya cokelat, cokelat putih dan hitam putih.
Sapi-sapi itu ada yang sedang asyik makan. Ada pula yang tengah bersantai di tanah. Sesekali, pengunjung datang untuk melihat-lihat. Ada yang membeli. Ada pula yang sekadar mengecek harga.
“Berat sapi-sapi ini antara 350 kilogram sampai 950 kilogram. Harganya mulai dari Rp 23.500.000 hingga Rp 75.000.000,” kata Haikal, dalam video laporan Videografer Rakyat Merdeka, Nana Maulana, Rabu (13/5/2026).
Baca juga : MotoGP Catalunya, Toprak Tiru Settingan Motor Quartararo
Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, harga hewan kurban masih stabil menjelang Hari Raya Idul Adha 2026.
Harga hewan kurban, kata Pram, masih berada dalam batas wajar karena persiapan pasokan telah dilakukan sejak jauh hari oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pangan, Perumda Dharma Jaya.
“Sampai hari ini, kami belum mendapatkan isu mengenai kenaikan harga,” kata Pram di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (12/5/2026).
Menurut Pram, langkah antisipasi dilakukan Pemprov DKI guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan hewan kurban menjelang peningkatan permintaan masyarakat.
Baca juga : Harga-harga Naik, Pengusaha Njerit
“Mudah-mudahan, harga hewan kurban di Jakarta, kalau naik, tidak lebih dari inflasi. Itulah yang kami lakukan,” ujar mantan Sekretaris Kabinet ini.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.