BREAKING NEWS
 

Jelang Jakarta Sandang Status Kota Global

Warga Curhat, Banyak RW Kumuh Belum Punya MCK

Reporter : DEDE ISWADI IDRIS
Editor : DAUD FADILLAH
Jumat, 19 Juni 2026 06:25 WIB
Pekerja membongkar bangunan rumah saat kegiatan groundbreaking penataan kawasan kumuh di Menteng Tenggulun, Jakarta, Sabtu (4/4/2026). (Foto: Putu Wahyu Rama/rm.id)

 Sebelumnya 
Senada, Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Bun Joi Phiau meminta penanganan kawasan kumuh dilakukan secara menyeluruh dan tuntas. “Problem RW kumuh mesti kita tuntaskan,” tandasnya. 

Komisi D berharap, masukan tersebut dapat menjadi perhatian perangkat daerah dalam menyusun program pembangunan dan penganggaran, sehingga percepatan penataan kawasan permukiman dan peningkatan kualitas hidup warga Jakarta, dapat tercapai lebih optimal. 

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) DKI Jakarta Kelik Indriyanto mengatakan, Pemprov DKI telah mengucurkan anggaran sekitar Rp 1,9 triliun untuk penataan kawasan kumuh pada 2018-2025. “Rata-rata alokasi anggaran setiap tahun, Rp 200 miliar,” jelas Kelik. 

Baca juga : Amerika Serikat Vs Australia, Saling Sikut Ke Fase Gugur

Menurut dia, Pemprov DKI secara konsisten mengalokasikan anggaran melalui berbagai program peningkatan kualitas permukiman. 

Berdasarkan pendataan terbaru Pemprov DKI Jakarta bersama Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah RW kumuh di Jakarta turun menjadi 211 RW dari sebelumnya 445 RW pada 2017. Penurunan sebesar 52,58 persen tersebut, menjadi capaian penting dalam upaya peningkatan kualitas permukiman warga. 

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung juga telah memerintahkan agar penanganan RW kumuh diprioritaskan pada wilayah dengan tingkat kepadatan tinggi, terutama di Jakarta Barat dan Jakarta Utara. 

Baca juga : Portugal Ditahan Imbang Kongo, Ronaldo Tumpul Di Depan Gawang

Pram menegaskan, seluruh elemen harus terlibat dalam upaya pengentasan kawasan kumuh, termasuk keberadaan Puskesmas Pembantu yang berperan membantu mengatasi persoalan kesehatan masyarakat di lingkungan padat penduduk. 

“Seperti kita ketahui, kemarin Badan Pusat Statistik (BPS) sudah mengumumkan RW kumuh di Jakarta menurun secara drastis, dari 445 menjadi 211,” kata Pram saat meresmikan Puskesmas Pembantu Meruya Selatan 2, Jakarta Barat, Senin (18/5/2026). 

Dia menilai, Puskesmas Pembantu memiliki fungsi penting sebagai layanan kesehatan terdekat bagi masyarakat, khususnya warga yang tinggal di kawasan padat dan rentan terhadap persoalan kesehatan. “Puskesmas Pembantu juga akan berperan untuk menurunkan lagi jumlah RW kumuh,” ujarnya. 

Baca juga : AS Perkuat Ketahanan Bencana Alam Di ASEAN

Pram menegaskan, Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk terus memperbaiki kualitas lingkungan perkotaan, agar Jakarta menjadi kota yang semakin bersih dan nyaman. 

“Mudah-mudahan persoalan RW kumuh juga semakin kecil,” tandasnya. [DRS/RAA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense