RM.id Rakyat Merdeka - Sejumlah titik di wilayah DKI Jakarta mengalami penumpukan sampah dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini terjadi akibat menurunnya kapasitas daya tampung Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, yang selama ini menjadi lokasi utama pembuangan sampah dari Ibu Kota.
"Jadi, sampah di Jakarta sekarang ini memang beberapa pasti karena volume yang bisa ditampung di Bantargebang kan mengalami penurunan yang luar biasa," kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat ditemui di Ancol, Jakarta Utara, Selasa (14/7/2026).
Baca juga : KPK Buka Peluang Periksa Suami Bupati Sukoharjo Terkait Dugaan Pemerasan
Penurunan kapasitas di TPST Bantargebang menyebabkan proses pengangkutan sampah dari sejumlah wilayah di Jakarta tidak dapat berjalan secara normal. Akibatnya, sampah yang seharusnya segera diangkut ke lokasi pengolahan harus tertahan lebih lama di tempat penampungan sementara sehingga memicu penumpukan di beberapa kawasan.
"Ada beberapa yang terganggu, tetapi segera yang begitu pasti sudah ditangani,"tutup Pramono.
Baca juga : Duh, Tumpukan Sampah Di Cakung Menggunung
Sekadar informasi, gunungan sampah di TPST Bantargebang, Kota Bekasi sempat longsor pada Minggu (8/3/2026) sekitar pukul 14.30 WIB. Dampak longsor tersebut membuat Jakarta dihadapkan dengan persoalan penanganan sampah.
Pascalongsor tersebut, TPST Bantargebang mulai Agustus 2026 hanya menerima sampah residu. Artinya, hanya sampah yang tidak dapat diolah kembali, seperti popok sekali pakai, pembalut, tisu kotor, serta sampah campuran tidak bisa dipilah yang bisa dibuang ke TPST Bantargebang.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.