BREAKING NEWS
 

BI DKI Dorong Ekonomi Kreatif Jadi Sumber Pertumbuhan Baru Jakarta

Reporter : FATIMAH AZ ZAHRA
Editor : MARULA SARDI
Sabtu, 8 Agustus 2026 08:30 WIB
Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi DKI Jakarta Bambang Arianto dalam bincang bersama media di Kantor Perwakilan BI Jakarta, Jumat (7/8/2026). (Foto: Zahra/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi DKI Jakarta menilai ekonomi kreatif berpotensi menjadi salah satu sumber pertumbuhan baru bagi perekonomian ibu kota. Sektor ini dinilai mampu memberikan dampak lebih luas karena aktivitasnya dapat mendorong pertumbuhan berbagai sektor ekonomi lainnya.

Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi DKI Jakarta Bambang Arianto mengatakan ekonomi kreatif memiliki karakter yang dapat menciptakan efek berganda atau multiplier effect. 

"Artinya ekonomi kreatifnya ini nanti akan menjadi suatu yang bisa membuat percikan awalnya dan ikut mendampingi. Multiplier effect-nya nanti ke mana-mana," kata Bambang dalam bincang bersama media di Kantor Perwakilan BI Jakarta, Jumat (7/8/2026).

Bambang mencontohkan penyelenggaraan konser musik sebagai salah satu aktivitas ekonomi kreatif yang memiliki dampak luas terhadap perekonomian.

Menurut dia, sebuah konser tidak hanya menghasilkan transaksi melalui penjualan tiket. Kehadiran penonton dan aktivitas penyelenggaraan acara juga dapat meningkatkan permintaan terhadap makanan, minuman, pakaian, aksesori, hingga berbagai kebutuhan lain yang berkaitan dengan kegiatan tersebut.

Baca juga : Pariwisata Dan Investasi Mesin Utama Ekonomi

Bambang juga menilai pertumbuhan ekonomi kreatif tidak serta-merta membuat tenaga kerja berpindah ke sektor informal. Sejumlah subsektor ekonomi kreatif justru berpotensi berkembang menjadi kegiatan usaha formal.
Usaha tersebut dapat memiliki badan usaha, mengurus perizinan, hingga menjalankan kewajiban perpajakan sesuai ketentuan yang berlaku.

Ekonomi kreatif lebih mengandalkan inovasi, gagasan, kreativitas, serta kemampuan menciptakan nilai tambah. Karena itu, ruang pertumbuhannya dinilai cukup luas seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap produk dan jasa berbasis kreativitas.

"Kalau dalam jangka panjangnya, justru itu akan membuka peluang yang besar kok. Karena kan bisa menampung lebih banyak para pelaku ekonomi kreatifnya," ujarnya.

Potensi ekonomi kreatif tersebut sejalan dengan kinerja perekonomian Jakarta yang masih menunjukkan pertumbuhan positif. Ekonomi Jakarta pada triwulan II 2026 tumbuh 5,52 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Adsense

Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan ekonomi nasional yang tumbuh 5,29 persen pada periode yang sama. Kinerja ekonomi Jakarta ditopang oleh permintaan domestik yang tetap solid, investasi yang mengalami akselerasi, serta pertumbuhan sejumlah lapangan usaha utama.

Baca juga : Ekonomi RI Tumbuh 5,29 Persen, Dunia Usaha Soroti Ketahanan Rantai Pasok

Dari sisi permintaan, konsumsi rumah tangga tumbuh 5,18 persen secara tahunan. Pertumbuhan tersebut antara lain didukung penyelenggaraan berbagai kegiatan dan momentum konsumsi masyarakat, termasuk Jakarta Fair serta periode libur sekolah.
Sementara itu, investasi yang tercermin dari Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh 6,52 persen. Konsumsi pemerintah juga tumbuh 14,70 persen, seiring penyaluran gaji ke-13 aparatur sipil negara (ASN) dan percepatan belanja sejumlah program prioritas. Ekspor barang dan jasa turut mencatat pertumbuhan sebesar 9,82 persen.

Sejumlah lapangan usaha yang berkaitan dengan ekonomi kreatif juga menunjukkan kinerja positif. Penyediaan akomodasi dan makan minum yang berkaitan dengan sektor kuliner serta pariwisata tumbuh 9,52 persen secara tahunan.

Sementara itu, sektor informasi dan komunikasi tumbuh 5,97 persen. Subsektor kreatif lainnya, termasuk fesyen dan kriya, juga memperoleh peluang perluasan pasar melalui digitalisasi sistem pembayaran dan penguatan ekosistem QRIS.

Perkembangan tersebut menunjukkan adanya peluang bagi pelaku ekonomi kreatif untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan transaksi melalui pemanfaatan teknologi digital.

Ke depan, BI memperkirakan perekonomian Jakarta tetap tumbuh kuat. Pertumbuhan tersebut akan ditopang oleh permintaan domestik, keberlanjutan pengerjaan proyek strategis nasional maupun daerah, serta berbagai agenda Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) dan kegiatan kebudayaan hingga akhir 2026.

Baca juga : Tumbuh 5,29 Persen, Ekonomi Di Jalan Yang Benar

BI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Jakarta sepanjang 2026 tetap berada dalam tren positif yang solid. Kondisi tersebut sejalan dengan penguatan posisi Jakarta sebagai pusat bisnis dan jasa berskala internasional.

Untuk memperkuat kontribusi ekonomi kreatif, BI akan terus mendorong pembangunan ekosistem melalui berbagai program. Upaya tersebut mencakup pendampingan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), peningkatan kapasitas wirausaha muda, serta fasilitasi pembiayaan inklusif.

"Kantor Perwakilan BI Provinsi DKI Jakarta akan terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan berbagai pemangku kepentingan untuk menjaga stabilitas serta akselerasi pertumbuhan ekonomi," ujar Bambang.

Penguatan ekosistem ekonomi kreatif juga akan dilakukan melalui Jakarta Economic Forum (JEF) 2026 yang disiapkan BI bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense