Sebelumnya
Menurut Anies, PSBB transisi kembali diperpanjang lantaran temuan kasus positif baru atau positivity rate di Jakarta cenderung meningkat selama sepekan terakhir. Yakni mencapai 8,7 persen. Tetapi, lanjut Anies, jika diakumulasikan sejak awal, positivity rate DKI Jakarta berada di angka 5,7 persen.
Standar positivity rate dari WHO untuk dinyatakan aman dan terkendali adalah 5 persen. Untuk diketahui, data per Kamis (13/8) jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Jakarta bertambah 621 orang, sehingga total akumulasi kasus positif Covid-19 di Jakarta menjadi 27.863 orang.
Pasien yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit maupun isolasi mandiri, saat ini bertambah 119, sehingga total kasus aktif menjadi 9.044 orang. Sedangkan jumlah pasien yang terkonfirmasi positif yang meninggal dunia bertambah 13 orang, sehingga total menjadi 981 orang.
Berdasarkan data ini, tingkat kematian di Jakarta sebesar 3,5 persen. Namun, angka ini masih di bawah nasional sebesar 4,5 persen. Untuk pasien sembuh bertambah 489 orang, sehingga total secara kumulatif mencapai 17.838.
Baca juga : PSBB Transisi Fase I Diperpanjang Hingga 27 Agustus 2020
Dengan kata lain, 64 persen dari kasus konfirmasi positif yang sembuh telah kembali beraktivitas.
CFD Ditiadakan & Agustusan Tanpa Lomba
Dengan perpanjangan PSBB transisi ini, Pemprov DKI Jakarta bersama aparat Kepolisian dan TNI akan fokus pada penegakan aturan, khususnya penggunaan masker oleh masyarakat.
Selain itu, beberapa kegiatan sosial yang berpotensi menimbulkan kerumunan juga kembali ditiadakan. Antara lain adalah Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD).
Baca juga : Kabar Gembira, Token Listrik Gratis Diperpanjang, Begini Cara Mendapatkannya
CFD di Jakarta pernah ditiadakan sementara, saat PSBB pertama kali diterapkan. Namun CFD digelar lagi saat Jakarta menerapkan PSBB transisi dan menyebar di 32 jalan seluruh wilayah Kota DKI Jakarta.
“Seluruh aktivitas sosial bersama yang berpotensi menyebabkan kerumunan itu akan ditunda. Salah satunya kegiatan CFD kami putuskan ditiadakan,” kata Anies.
Untuk peringatan HUT ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus ini, Anies juga meminta agar setiap kegiatan perayaan khususnya perlombaan ditiadakan. Hanya saja, upacara masih diperbolehkan dengan jumlah terbatas.
“Perayaan 17 Agustusan, menghias kampung, rumah, maupun kantor bisa tetap berjalan. Kalau mau melaksanakan upacara diperbolehkan dengan jumlah yang terbatas. Tapi, lomba-lomba yang biasanya dilakukan itu wajib ditiadakan,” ungkap Anies.
Baca juga : PSBB Transisi di Jakarta Diperpanjang Lagi Hingga 13 Agustus
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo menyatakan, pihaknya meniadakan kawasan khusus sepeda di 32 ruas jalan yang sebelumnya diselenggarakan sebagai pengganti CFD. Alasannya, pelanggaran protokol kesehatan masih tinggi. Warga banyak yang tidak mengenakan masker, bahkan warga dengan kategori rentan tertular seperti lansia dan anak-anak berkerumun pada CFD.
Meski kawasan khusus sepeda dan CFD ditiadakan, masyarakat yang ingin berolahraga di hari Minggu masih diperbolehkan memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan Pemprov DKI Jakarta. Seperti jalur sepeda dan beberapa Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang telah dibuka kembali.
Pemprov DKI, lanjutnya, punya jalur sepeda 63 kilometer dan di beberapa kawasan seperti Banjir Kanal Timur, serta jalur sepeda sementara Sudirman Thamrin-Merdeka Barat yang bisa dimanfaatkan.
"Bisa juga di kawasan-kawasan yang memang diperbolehkan berolahraga, seperti di Taman Tebet dan Gelora Bung Karno. Tetapi, warga yang berolahraga harus tetap menjalankan protokol kesehatan,” tandasnya. [FAQ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.