BREAKING NEWS
 

Meski Raih STA 2021, Transportasi Jakarta Masih Punya PR Lho..

Reporter : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Editor : UJANG SUNDA
Rabu, 11 November 2020 10:49 WIB
Para pesepeda sedang goes di jalan Ibu Kota. (Foto: Khairizal Anwar/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - DKI Jakarta memenangkan Penghargaan Sustainable Transport Award (STA) Tahun 2021. Meski begitu, Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata, Djoko Setijowarno, mengingatkan, ibu kota masih punya pekerjaan rumah alias PR. Salah satunya, soal jalur sepeda. 

"Jalur sepeda yang kini disediakan masih perlu dipastikan faktor keamanan dan kenyamanannya bagi pengguna sepeda. Sekarang belum," ujarnya dalam siaran pers, Rabu (11/11). 

Baca juga : Raih Sustainable Transport Award 2021, Bukti Jakarta Berkelas Dunia

PR lainnya, pengaturan ojek daring yang hingga kini masih berpolemik. Ojol masih semrawut. "Kebijakan larangan sepeda motor di Jalan Sudirman dan Jalan Thamrin juga masih dihapuskan, padahal ini baik sekali," imbuh Djoko. 

Adsense

Berikutnya, yang juga mesti dibenahi adalah beberapa terminal penumpang seperti Tanjung Priok dan Kampung Rambutan. Jakarta juga butuh untuk membereskan kesemrawutan trotoar dari PKL. Salah satunya, di Kawasan Stasiun Tanah Abang. Kendati sudah dibuatkan lahan berdagang pengganti, namun kesemrawutan di trotoar yang dipenuhi PKL tersebut sulit ditertibkan seperti sedia kala. "Trotoar juga mesti dibersihkan dari pangkalan ojek, parkir mobil," tegasnya. 

Baca juga : Ada Demo, Transjakarta Modifikasi Rute

Djoko juga berharap, kebijakan ganjil genap segera digantikan dengan kebijakan jalan berbayar (electronic road pricing atau ERP). Soalnya, kebijakan ganjil-genap dirasa kurang memberikan kontribusi mengatasi kemacetan lalu lintas di jalan. Warga bisa menyiasatinya dengan membeli kendaraan bermotor yang berbeda plat nomor kendaraan. Bahkan, ada yang nekad memalsukan plat nomor kendaraan bermotor. 

Jakarta juga diminta Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan MTI Pusat itu memperluas penegakan hukum dengan bantuan teknologi informasi (electronic traffic law enforcement atau ETLE). Teknologi ini sangat membantu meringankan tugas polantas. Penegakan hukum pelanggar lalu lintas seperti ini lebih transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Baca juga : Percepatan Transformasi Digital di Masa Pandemi

Hal lain yang juga jadi PR dan perlu dipastikan adalah integrasi antar-moda. Integrasi sudah berjalan dalam hal integrasi fisik dan integrasi jadwal perjalanan. Sementara integrasi pembayaran sedang dalam proses berlangsung. 

Jika kelak, integrasi pembayaran dapat terwujud, cukup satu tiket (one ticket) untuk semua moda transportasi umum. Pengguna transportasi umum dapat berlangganan tiket transportasi umum untuk harian, mingguan atau bulanan. "Semua pencapaian kesuksesan memang perlu proses dan pasti ada progres jika dilakukan dengan sungguh-sungguh," tutup Djoko. [OKT]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense