Sebelumnya
Dalam hal treatment, keterisian tempat tidur (Bed Occupancy Ratio/BOR) DKI Jakarta saat ini masih di kisaran 30 persen. Padahal, sekitar 20-30 persen RS DKI Jakarta merawat warga non-KTP DKI Jakarta.
DKI Jakarta turut menyangga wilayah Bodetabek dalam penyiapan BOR untuk penanganan pandemi nasional.
Pemprov DKI Jakarta, kata Anies, akan dengan senang hati bekerja bersama Kementerian Kesehatan untuk menyusun penilaian situasi risiko secara lebih obyektif, kontekstual dan menjadi pendorong bagi seluruh daerah untuk secara serius menuntaskan masalah pandemi ini.
Baca juga : Ini Klarifikasi BMKG Soal SMS Blast Perkiraan Gempa M8,5
"Kami berharap, Kementerian dapat me-review kembali cara penghitungan kondisi risiko di situasi wilayah, yang bukan penilaian kinerja Covid,” pungkasnya.
BGS Minta Maaf
Sebelumnya, BGS meminta maaf terkait informasi Kementerian Kesehatan, yang memberikan penilaian penanganan Covid untuk Pemprov DKI Jakarta dengan nilai E.
Baca juga : Monitor Pendatang Dan Kontrol Covid, Pemprov DKI Pakai Aplikasi Data Warga
"Saya menyampaikan permohonan maaf dari saya pribadi dan dari Kementerian Kesehatan atas kesimpangsiuran berita, yang tidak seharusnya terjadi," ucap Budi dalam konferensi pers virtual, Jumat (28/5).
Budi menjelaskan, nilai E yang diperoleh Pemprov DKI Jakarta merupakan indikator risiko, yang tidak semestinya menjadi penilaian kinerja.
Indikator risiko tersebut awalnya disampaikan oleh Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono, yang diartikan sebagai kualitas pengendalian pandemi Covid.
Baca juga : Idul Fitri, Anies Ajak Masyarakat Doakan Bangsa Palestina
"Atas rekomendasi yang kami buat matriks tadi, ada beberapa daerah yang masuk kategori D dan ada yang masuk kategori E seperti Jakarta. Tetapi ada juga yang masih di C, artinya bed occupation ratio dan pengendalian provinsinya masih baik," kata Dante dalam rapat dengan pendapat (RDP) bersama DPR RI disiarkan di akun YouTube DPR, Kamis (27/5). [HES]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.