BREAKING NEWS
 

Kondisi Jakarta Selama PPKM Darurat

Penyekatan Di Mana-mana Mobilitas Warga Menurun

Reporter & Editor :
APRIANTO
Senin, 12 Juli 2021 06:20 WIB
Seorang warga Ibu Kota asyik lari pagi ditemani anjingnya di kawasan Senayan, Jakarta, Minggu (11/7/2021). Kondisi jalanan di Jakarta Pusat itu tampak sepi dan lengang. Aktivitas warga berolahraga di kawasan tersebut berkurang seiring Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang berlangsung 3-20 Juli 2021. (Foto: Antara/Aprillio Akbar)

 Sebelumnya 
Berdasarkan data yang didapat ATI selama PPKM Darurat, rata-rata penurunan volume lalu lintas di jalan tol mencapai 30 sampai 40 persen, dibandingkan rata-rata bulan Juni sebelum masa PPKM Darurat.

Selama penerapan PPKM Darurat, Fitri mengatakan, ada ruas tol yang akses masuknya dilakukan penyekatan maupun screening untuk pemeriksaan oleh petugas. Ada juga ruas tol yang akses masuknya diperbolehkan, namun di beberapa pintu keluar ada kebijakan penyekatan atau screening secara lokal.

“Bahkan ada beberapa ruas yang mengalami penurunan sampai dengan 70 persen karena penyekatan,” ujar Fitri.

Baca juga : PPKM Darurat, KAI Konsisten Terapkan Prokes Dan Batasi Mobilitas Masyarakat

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengakui mobilitas warga turun drastis. Namun, Anies menegaskan, turunnya angka mobilitas warga dan keberhasilan pengendalian Corona dapat terlihat sekitar dua pekan ke depan.

Adsense

“Saat ini angka kasus harian Covid-19 masih terus menanjak. Yang terjadi pada pekan pertama PPKM adalah konsekuensi dari penularan sebelum PPKM Darurat,” jelas Anies.

Kota Penyangga

Baca juga : Lewati Jalur Tikus Di Kampung Sampai Jebolin Beton Pembatas

Mobilitas warga di kota penyangga Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, juga menurun. Kepala Satuan Lantas (Kasat Lantas) Polres Tangsel Ajun Komisaris Dicky Dwi Priambudi Sutarman Arief mengungkapkankan, berdasarkan data google mobility index per 5 Juli 2021, selama PPKM Darurat mobilitas warga turun 31 persen.

Dicky mengungkapkan, berdasarkan pemantuan petugas di lapangan, sampai saat ini mobilitas masyarakat terus berkurang. Pihaknya menegaskan, tidak akan ada pelonggaran dan tetap melaksanakan pembatasan selama 24 jam sampai tanggal 20 Juli.

“Hanya pekerja sektor esensial dan kritikal yang boleh melintas serta warga yang mau vaksin saja,” terangnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense