BREAKING NEWS
 

Corona Varian Afsel Membara

Prof Tjandra Menenangkan

Reporter & Editor :
APRIANTO
Sabtu, 27 November 2021 07:25 WIB
Guru Besar Fakultas Kesehatan Universitas Indonesia Prof Tjandra Yoga Aditama. (Foto: Dok. Pribadi)

 Sebelumnya 
Seperti ketika kemunculan varian baru B.1.1.529 di Afsel beberapa hari yang lalu. Sejumlah negara yang sebelumnya mulai melakukan pelonggaran karantina, kini diperketat kembali. Hingga membatasi penerbangan ke negara-negara tertentu.

“Inggris sudah mulai melakukan karantina ketat lagi pada negara-negara diduga terdampak dengan B.1.1.529,” tutur guru besar yang juga mengajar di Universitas Yarsi ini.

Prof Tjandra menambahkan, yang dikhawatirkan dari varian B.1.1.529 ini adalah mutasinya banyak. Sehingga patut untuk diwaspadai. “Ada yang menyebutkan 30 mutasi atau lebih, jadi lebih banyak dari varian Delta dan yang lain,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Baca juga : Ale-Ale Kenalkan Variannya Rasa Mangga

Kendati demikian, mutasi virus dari varian terbaru ini masih harus menunggu hasil analisis ilmiah secara mendalam. Biasanya perlu waktu beberapa minggu. Apakah berbahaya atau tidak.

“Belum tentu juga akan lebih berbahaya,” lanjut mantan Regional Coordinator, World Health Emergency, WHO-South East Asia Regional Office (SEARO) ini.

Ia menyebutkan, WHO akan mengadakan rapat dalam waktu dekat untuk menentukan apakah varian B.1.1.529 masuk dalam kelompok Variant Under Investigation (VUI), Variant of Interest (VOI) atau Variant of Concern (VOC).

Baca juga : Bungkam Persib 1-0, Angelo: Persija Memang Pantas Menang

“Kalau nanti diputuskan jadi VOI atau VOC maka tentu akan dapat nama khusus, ada yang memperkirakan mungkin akan diberi nama Nu. Kalau memang jadi VOI atau VOC, kalau VUI maka belum diberi nama khusus,” imbuhnya.

Sembari menunggu perkembangan dalam beberapa hari ini, ia meminta semua pihak untuk terus waspada dan menerapkan protokol kesehatan 3M atau 5M.

“Kalau ada keluhan dan atau ada kontak maka segera memeriksakan diri dan untuk yang belum maka segera divaksinasi,” pungkasnya. [SAR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense