Sebelumnya
“Kita sebagai warga Nahdliyin tentunya sangat menyayangkan apa yang dilakukan oleh Gus Ipul, Bukan apa-apa, Apabila yang dilakukan gus Ipul ini tidak ada yang mengcounter sama sekali yang terjadi adalah mengabaikan perpecahan yang terjadi dalam Nahdlatul Ulama demi semata-mata Syahwat Politik dukung mendukung dalam muktamar," sambungnya.
Gus Khayat mengingatkan, semua pihak perlu mengkhawatirkan langkah yang menyalahi aturan seperti ini. Soalnya, hal itu akan membahayakan kehidupan bernegara.
Baca juga : Mahasiswa Indonesia Di Luar Negeri Harus Tampilkan Citra Positif
“Ini bahaya sekali, bukan hanya berbahaya untuk NU sendiri tapi untuk NKRI, Kenapa? Karena kalau NU-nya lumpuh, NU-nya kerdil, maka NKRI tentunya sangat mudah diinfiltrasi oleh siapapun. Itu artinya stabilitas negara stabilitas NKRI dipertaruhkan di sini," tegasnya.
"Jadi inilah waktunya kita semua memilih apakah kita mendukung langkah-langkah yang dilakukan oknum tertentu atau kita menjaga bersama sama kewibawaan dari Rais Aam itu sendrii,” tandas Gus Khayat.
Baca juga : Selain Pidana, Luhut Gugat Haris Dan Fathia Rp 100 M!
Keputusan yang PBNU terkait Muktamar yang hanya ditandatangani oleh satu pihak saja yakni Rais Aam dianggap berbagai kalangan di Nahdliyin sebagai keputusan yang tidak sah.
Sebab, dianggap tidak sesuai dengan AD/ART ataupun aturan pelaksanaan muktamar yang mensyaratkan bahwa keputusan yang sah adalah yang ditandatangani Ketua Umum PBNU, Sekjen PBNU, Rais Aam dan Katib Aam.
Baca juga : Pantau Prokes Liga 1, Menpora: Sesuai Harapan Satgas Covid
Sementara itu menanggapi surat dari Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar tentang perintah agar Muktamar ke-34 NU dipercepat, Ketua Panita Muktamar ke-34 NU, Imam Aziz menegaskan, PBNU belum memberikan keputusan terkait kepastian jadwal Muktamar NU itu. [DNU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.