BREAKING NEWS
 

Masyarakat Sudah Sadari Pentingnya Budaya Sensor Mandiri

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Rabu, 22 Desember 2021 13:29 WIB
Sosialisasi Hasil Survei Nasional tentang Indeks Kesadaran Sensor Mandiri Tahun 2021 yang digelar Lembaga Sensor Film (LSF), di Jakarta, Selasa (21/12). (Foto: LSF)

RM.id  Rakyat Merdeka - Lembaga Sensor Film (LSF) diamanatkan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2009 tentang Perfilman untuk melakukan penelitian dan penilaian tema, gambar, adegan, suara, dan teks terjemahan suatu film yang akan diedarkan dan dipertunjukkan kepada khalayak umum. Juga menentukan kelayakan film dan iklan film untuk diedarkan dan dipertunjukkan kepada khalayak umum dan menentukan penggolongan usia penonton film.

Menurut Ketua Komisi III LSF Naswardi, dalam pelaksanaan tugas ini, LSF juga memiliki salah satu fungsi yaitu memberikan perlindungan terhadap masyarakat dari dampak negatif yang timbul dari peredaran dan pertunjukan film dan iklan film. "Tentu dalam hal ini LSF tidak dapat bekerja sendiri. Peran serta masyarakat dan para pemangku kepentingan terkait sangat dibutuhkan," ujarnya, dalam Sosialisasi Hasil Survei Nasional tentang Indeks Kesadaran Sensor Mandiri Tahun 2021, di Jakarta, Selasa (21/12).

Oleh karena itu, LSF mencanangkan gerakan Budaya Sensor Mandiri untuk mengatasi dampak dari tsunami tontonan yang terjadi di era media baru saat ini. Budaya Sensor Mandiri merupakan gerakan penumbuhan budaya dalam masyarakat agar mampu memilah dan memilih tontonan sesuai dengan kategori usia. 

Baca juga : Jalan Trans Papua Segera Dibangun

"Tumbuh dan mengakarnya gerakan ini dalam masyarakat menjadi penting. Karena ada peran orang tua, keluarga, dan lingkungan sekitar yang menjadi penyaring utama dalam menentukan tontonan mana yang layak atau tidak untuk dikonsumsi," ujarnya. 

Adsense

Survei Nasional Tentang Indeks Kesadaran Sensor Mandiri Tahun 2021 dilakukan sebagai wujud keseriusan LSF dalam menumbuhkembangkan Budaya Sensor Mandiri dalam masyarakat. Juga turut mengajak para pemangku kepentingan, kementerian, lembaga, dan asosiasi perfilman terkait untuk sama-sama menggalakkan Budaya Sensor Mandiri. 

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Politika Research and Consulting (PRC), diperoleh data bahwa sebagian besar masyarakat yang pernah mengarahkan atau membimbing anggota keluarganya untuk menonton tayangan yang sesuai dengan penggolongan usia dengan persentase tertinggi sebanyak 78 persen berada di wilayah Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat. "Secara umum, masyarakat menyadari pentingnya menggiatkan Budaya Sensor Mandiri di tingkat keluarga," terangnya.

Baca juga : KSP: Mahasiswa Harus Bantu Sadarkan Masyarakat Soal Pentingnya Politik

Hasil survei menunjukkan, 89 persen penduduk di wilayah Sumatera, 88 persen penduduk di wilayah Bali dan Nusa Tenggara, 87 persen penduduk di wilayah Banten, DKI, dan Jawa Barat, serta 87 persen penduduk di wilayah Jawa Tengah, DIY, dan Jawa Timur menyatakan Budaya Sensor Mandiri ini perlu lebih digiatkan.

Naswardi melanjutkan, banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengajak masyarakat, khususnya dimulai dari orang tua dan keluarga untuk meningkatkan Budaya Sensor Mandiri. Beberapa strategi di antaranya adalah melalui iklan layanan masyarakat, kerja sama dengan lembaga pendidikan, dan penggunaan media sosial. Di samping sosialisasi Budaya Sensor Mandiri secara masif, keberadaan kantor perwakilan LSF di berbagai wilayah juga dirasa perlu.

"Hal ini ditunjukkan berdasarkan data yang diperoleh dari pendapat publik di wilayah Bali dan Nusa Tenggara sebanyak 74 persen, wilayah Kalimantan 72 persen, serta Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat sebesar 63," terangnya.

Baca juga : Milenial Ogah Dinasti Politik, Pilihannya Ganjar Dan Erick

Naswardi melanjutkan, dari hasil riset itu, LSF menyadari pentingnya meningkatkan kolaborasi dengan lembaga atau kementerian lain. “LSF akan lebih meningkatkan kerja sama dengan kampus, pemangku kepentingan perfilman, lembaga negara dan juga kementerian untuk meningkatkan literasi masyarakat tentang pentingnya memilah dan memilih tontonan sesuai klasifikasi usianya,” kata Naswardi. [USU]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense