BREAKING NEWS
 

Oknum TNI AD Buang Jenazah Korban Laka

KSAD Dudung: Mereka Layak Dipecat, Sudah Di Luar Batas...

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Senin, 27 Desember 2021 18:10 WIB
KSAD Dudung Abdurachman saat mengunjungi rumah keluarga korban kecelakaan Nagreg, Senin (27/12). (Foto: Humas TNI AD)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Dudung Abdurachman menegaskan, pemecatan terhadap tiga oknum anggota TNI AD: Kolonel D, Koptu DA, dan Kopda A yang terlibat peristiwa tabrakan di Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, hingga diduga membuang jenazah korban sangat layak dilakukan.

Sebab, apa yang dilakukan ketiga oknum TNI AD tersebut sudah di luar batas.

"Menurut saya, ini layak (dipecat) karena apa yang dilakukan sudah di luar batas kemanusiaan," kata Dudung di kediaman korban di Limbangan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, seperti dilansir ANTARA, Senin (27/12).

Baca juga : Teridentifikasi, 3 Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Diserahkan Ke Keluarga

Saat ini, ketiganya telah ditahan di Pomdam Jaya, setelah ditahan dari kesatuan asalnya.

Adsense

Dudung memastikan, TNI AD akan tunduk kepada supremasi hukum yang ada, untuk mengawal proses hukum ketiga oknum anggota TNI AD tersebut.

Namun, Dudung tetap akan menunggu putusan dari peradilan militer sebelum melakukan pemecatan kepada pelaku penabrak Handi dan Salsa.

Baca juga : KPK Bocorkan 6 DPRD Yang Malas Laporkan Harta Kekayaan, DKI Ada Di Posisi Ke-5

"Apabila putusan peradilan militer disertai dengan pidana pemecatan, maka saya selaku Kepala Staf Angkatan Darat akan menyesuaikan dan mengurus administrasi untuk pemecatan," tegasnya.

Peristiwa tabrakan yang menewaskan Handi (16) dan Salsabila (14) dan melibatkan ketiga oknum TNI AD itu terjadi pada 8 Desember lalu. 

Setelah kejadian tersebut, Handi dan Salsa diduga dibawa tiga oknum TNI tersebut, lalu hilang secara misterius.

Baca juga : 6 Jenazah Korban Tenggelamnya KMP Yunice Di Selat Bali Ditemukan

Kemudian pada 11 Desember, jenazah keduanya ditemukan di aliran Sungai Serayu,  Jawa Tengah. Setelahnya, jenazah para korban pun dikembalikan ke keluarga dan dimakamkan. [HES]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense