BREAKING NEWS
 

Kelilingi Museum Sejarah Rasulullah Di Madinah, Komjen (Purn) Syafruddin Kagum

Reporter & Editor :
OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Rabu, 5 Januari 2022 13:39 WIB
Ketua Yayasan Museum Nabi Muhammad sekaligus Ketua Dewan Pembina Museum Internasional Sejarah Nabi Muhammad, Komjen (Purn) H. Syafruddin menerima undangan khusus dari Liga Muslim Dunia (LMD) dan Yayasan Assalam untuk mengunjungi Museum Sejarah Nabi Muhammad saw, di pelataran Masjid Nabawi, Madinah, Saudi Arabia, Selasa (4/1) waktu setempat. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Yayasan Museum Nabi Muhammad sekaligus Ketua Dewan Pembina Museum Internasional Sejarah Nabi Muhammad, Komjen (Purn) H. Syafruddin menerima undangan khusus dari Liga Muslim Dunia (LMD) dan Yayasan Assalam.

Undangan tersebut untuk mengunjungi Museum Sejarah Nabi Muhammad SAW, di pelataran Masjid Nabawi, Madinah, Saudi Arabia, Selasa (4/1) waktu setempat.

Rombongan diterima Managing Direktur Cabang Madinah dari The International Fair and Museum of the Prophet's Biography and Islamic Civilization, Dr. Sa'id AlQurashi didampingi Direktur Kerjasama External, Musfer Al-Wadhi'i, beserta tim.

Baca juga : Keren! Komjen Purn Syafruddin Terpilih Jadi Wapres DMDI

Mereka mewakili Sekertaris Jendral Liga Muslim Dunia (LMD) Atau Rabithah Alam Islami, Dr. Syekh Muhammad bin Abdulkarim al-Issa. Hadir pula menyambut rombongan, perwakilan Yayasan Wakaf Assalam, Syaikh Dr. Nashir Az Sahroni dan Kepala Kantor Gubernur Madinah, Syaikh Fahd Suhaimi.

Syafruddin, mengagumi Museum Sejarah Nabi Muhammad SAW yang baru saja dibuka di Madinah untuk umat muslim tersebut.

Adsense

Museum ini merupakan cerminan dari kehidupan Nabi Muhammad saw, sekaligus titik awal peradaban Islam yang sekarang telah menyebar di berbagai penjuru dunia.

Baca juga : Geledah Rumah Dodi Alex Noerdin, KPK Amankan Dokumen Dan Uang

Terdapat tampilan layar digital yang menarik dan menceritakan sejarah perjalanan hidup dan perjalanan dakwah Nabi Muhammad SAW. Artefak yang ditampilkan dalam museum tersebut wujud multidimensi yang tampak seperti nyata.

Syafruddin menjelaskan, di dalam museum banyak ruangan yang menampilkan sejarah peperangan zaman rasulullah. Museum ini menampilkan puluhan lukisan dan instalasi seni interaktif yang tersedia dalam sejumlah bahasa. Namun saat ini baru tersedia tujuh bahasa, yakni Arab, Inggris, Spanyol, Urdu, Prancis, Turki, dan Indonesia.

"Kita dapat mengetahui sejarah panjang serta tingkah laku Rasulullah semasa hidupnya. Tampilan yang disuguhkan seolah-olah kita terbawa dalam kehidupan Rasulullah yang nyata dalam penglihatan kita," terang Syafruddin, yang juga Wakil Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) itu.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense