Sebelumnya
Setelah kapasitas kilang Balikpapan nanti jadi 360 ribu bph, darimana pasokan minyak mentahnya? Ada Blok Mahakam, yang lokasinya tak jauh dari Kilang Balikpapan. Blok ini diambil alih Pertamina dari perusahaan asing, sejak Januari 2018. Produksi minyak Blok Mahakam di kisaran 22 ribu bph. Namun, sepekan lalu ada kabar menggembirakan. Telah ditemukan sumber minyak sebesar 2,4 juta barrel dan gas sebanyak 84,81 miliar kaki kubik di bawah perut Mahakam. Cadangan ini sangat berarti dan bisa ditambang untuk memenuhi kebutuhan migas nasional.
Baca juga : Tata Pesisir Dan Hilangkan Prostitusi, Bupati Zaki Banjir Pujian
Apa kesulitan dan hambatan dalam pembangunan kilang? Direktur Utama PT Kilang Pertamina Indonesia, Djoko Priyono menyebut, proyek ini sempat terhambat akibat pandemi. Di negara lain, banyak proyek dan pabrik berhenti beroperasi saat kasus Covid tinggi. Heavy equipment yang diorder Pertamina dari Korea Selatan mundur jadwal pengirimannya. Hal lain, tingkat kesulitan saat mengerjakan proyek. Rumit dan berisiko tinggi, membangun kilang baru di tengah lokasi kilang yang masih beroperasi, sehingga harus sangat hati-hati.
Baca juga : Pertamina: Tak Ada Pemotongan Gaji, Benefit Pekerja Masih Normal
Nicke menambahkan, kilang ini direncanakan sejak tahun 2004 lalu, sempat galau bertahun-tahun. Antara mau dibangun atau tidak. “Kalau nanti demand-nya turun bagaimana, dan seterusnya,” katanya. Makanya, proyek kilang tak kunjung dimulai. Tapi, Nicke sejalan dengan pandangan Presiden. Kilang harus dibangun, karena jelas-jelas kebutuhan minyak kita impor terus.
Baca juga : Pak Erick Ngajak Berlari, Speednya Ditambah Terus…
“Harus kerjakan kilang. Dan kita harus bangga dengan proyek ini,” tegas Nicke. Kalau Indonesia menginginkan kemandirian dan kedaulatan energi, maka pembangunan kilang haruslah didukung penuh. Menurut Nicke, kunci penting dalam proses eksplorasi energi adalah penguasaan teknologi dan partnership. #Ratna Susilowati#
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.