Sebelumnya
Kebijakan Pemerintah untuk mengatasi kasus yang mulai berkembang ini dengan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berlevel.
Presiden Jokowi sudah memberikan arahan, penerapan PPKM harus dievaluasi tiap minggu. Begitu level PPKM naik, misalnya menjadi level 3, maka semua aturan aktivitas publik dan mobilitasnya akan mengikuti aturan dalam level tersebut. Artinya, pembatasan akan kembali dilakukan.
Baca juga : Perang Bintang Bakal Warnai Pilkada Jambi
“Jabodetabek itu agak sulit kalau level mengikuti provinsi. Misalnya, ada yang dapat 1 atau ada yang 2 atau 3. Itu berbeda-beda di waktu yang bersamaan, maka diperlukan keseragaman kebijakan di Jabodetabek,” sarannya.
Sebelumnya, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Letjen TNI Suharyanto menuturkan, hasil evaluasi penanganan Covid-19 yang dibahas dalam rapat terbatas per pekan tak jarang melahirkan kebijakan baru.
Baca juga : A Day In Indonesia Semarakkan Promosi Budaya Di Hongaria
Ada beberapa faktor yang melatarinya. Salah satunya, karakteristik ancaman dari virus, yang juga mengalami perubahan.
“Omicron ini kami evaluasi terus menerus, sehingga kebijakannya pun bisa berubah menyesuaikan dengan karakteristik ancamannya yang juga berubah-ubah,” jelas Suharyanto.
Baca juga : Meriahkan Imlek, Swiss-Belhotel Serpong Tawarkan Promo Early Bird
Jika ada perubahan kebijakan, Suharyanto meminta masyarakat dapat memahami dan segera menyesuaikan diri.
Sebab, kebijakan dibuat semata-mata agar penularan virus tidak bertambah banyak. Tapi satu sisi, pertumbuhan ekonomi tetap diperhatikan alias kebijakan gas dan rem. [JAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.