RM.id Rakyat Merdeka - Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu sektor yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional.
Karena itu, di masa pandemi Covid-19, Pemerintah terus memberi bantuan kepada pelaku UMKM agar bisa bangkit. Salah satunya melalui Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi UMKM.
“Dalam situasi pandemi Covid-19, kami mendorong UMKM diberikan BLT dan bantuan modal. Salah satunya melalui kelompok binaan UMKM usAHA,” kata Airlangga dalam siaran pers di Jakarta, kemarin.
Untuk diketahui, UMKM usAHA merupakan kelompok UMKM binaan Airlangga Hartarto yang tersebar di beberapa daerah.
Baca juga : Pantau UMKM Di Desa Mangkang Kulon Semarang, Airlangga Dengerin Curhat Emak-emak
Ketua Umum Partai Golkar itu melanjutkan, UMKM merupakan sektor penting dengan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 61 persen, dan menyerap tenaga kerja hingga 97 persen.
UMKM juga berkontribusi terhadap investasi 60 persen dan ekspor nonmigas sebesar 16 persen.
“UMKM menjadi penyangga dalam berbagai krisis ekonomi. Termasuk menjaga lapangan kerja pada masa pandemi ini,” jelas Airlangga.
Seperti diketahui, dalam rangka membantu UMKM terdampak pandemi Covid-19 agar dapat bangkit, Pemerintah kembali menjalankan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Dukungan UMKM.
Baca juga : Airlangga Minta Pengusaha Lebih Fleksibel Dan Adaptif
Tahun 2021, terdapat beberapa stimulus pada program PEN Dukungan UMKM dengan alokasi anggaran sebesar Rp 96,21 triliun.
Anggaran ini dapat dimanfaatkan oleh UMKM, antara lain untuk Subsidi Bunga (Kredit Usaha Rakyat/KUR dan Non KUR), Penempatan Dana Pemerintah pada Bank Umum Mitra untuk mendukung perluasan kredit modal kerja dan restrukturisasi kredit UMKM.
Selain itu, ada juga Penjaminan Kredit Modal Kerja UMKM, Bantuan Presiden (Banpres) Produktif Usaha Mikro (BPUM), Bantuan Tunai untuk PKL dan Warung, dan insentif Pajak Penghasilan Final UMKM Ditanggung Pemerintah (DTP).
Terdapat pula dukungan tambahan berupa pembebasan rekening minimum, biaya beban dan abonemen listrik yang dapat dimanfaatkan oleh UMKM.
Baca juga : Xavi Banggakan De Jong Di Barcelona
Tercatat sampai 31 Desember 2021, total realisasi PEN Dukungan UMKM untuk tahun 2021 sebesar Rp 83,19 triliun. Dengan jumlah debitur/UMKM sebanyak 34,59 juta.
Pada tahun 2022, Pemerintah juga kembali meningkatkan plafon KUR menjadi Rp 373,17 triliun. Dan memperpanjang tambahan subsidi bunga KUR 3 persen. Sehingga suku bunga KUR 3 persen berlanjut hingga akhir Juni 2022.
“Dengan hadirnya program-program Pemerintah yang ditujukan untuk pemulihan dan penguatan UMKM, diharapkan stabilitas ekonomi di daerah dapat tercapai,” harap Airlangga. [NOV]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.