RM.id Rakyat Merdeka - Meski varian Omicron yang kini mendominasi kasus Covid-19 di dunia tidak memiliki tingkat keparahan seberat varian Delta, namun varian itu tak bisa diremehkan. Soalnya berdampak sistemik. Tak cuma kesehatan yang terganggu, juga iklim bisnis.
Di Indonesia, misalnya. Sejak awal pandemi sudah terjadi kelangkaan masker. Kini, ketika terjadi lonjakan kasus Covid-19 varian Omicron, minyak goreng yang langka.
Baca juga : Warga Bandung Tak Perlu Khawatir, Stok Minyak Goreng Lebih Dari 780 Ribu Liter
“Di Indonesia minyak goreng kurang. Nah, di Australia, tisu toilet habis, tidak ada. Ini suatu fenomena yang menunjukkan bahwa pandemi itu berdampak tidak hanya sektor kesehatan, tetapi ada sektor lain, yaitu ekonomi,” ujar epidemiolog Dicky Budiman dalam pesan videonya dari Australia, kemarin.
Sembari memperlihatkan rak tisu di salah satu supermarket yang dia kunjungi kosong, Dicky meyakini, hal ini tak lepas dari kondisi pandemi. Menurutnya, selama gelombang Omicron ini tidak diatasi dengan baik, maka efeknya akan meluas. Bukan tidak mungkin, pasokan antigen kit juga akan tersendat.
Baca juga : Jangan Kendor Prokes, BOR Masih Tinggi Lho
Kenapa begitu? Sebab, semakin banyak yang terisolasi, maka berpengaruh terhadap ketersediaan barang. “Termasuk obat-obatan, seperti antivirus di Indonesia, mulai ada yang sulit,” tuturnya.
Karena itu, agar kasus tak terus bertambah dan menyebabkan dampak itu, peneliti dari Universitas Griffith Australia ini mengingatkan masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes). Juga, mengikuti vaksin Covid-19 hingga dosis booster.
Baca juga : Waspada Kenaikan Harga Minyak Mentah, Rupiah Rontok
“Ini menunjukkan kita tidak bisa meremehkan Omicron. Kita harus terus pakai masker dan vaksinasi dan jaga kesehatan,” tegasnya.
Terpisah, Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Nisrina Nafisah juga meyakini, kelangkaan minyak goreng di Indonesia sedikit banyak terpengaruh dengan pandemi Covid-19.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.