Dark/Light Mode

Gus Halim: Minyak Goreng Satu Harga Penting, Demi Wujudkan Desa Tanpa Kemiskinan Dan Kelaparan

Jumat, 21 Januari 2022 22:44 WIB
Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar. (Foto: Humas Kemendes PDTT)
Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar. (Foto: Humas Kemendes PDTT)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar menegaskan akan mengawal penuh kebijakan pemerintah soal minyak goreng satu harga.

Soalnya, instabilitas harga pangan akan semakin memperparah tingkat kemiskinan dan kelaparan warga desa. Terutama, yang berada pada posisi rentan.

Dia menjelaskan, pertambahan jumlah kemiskinan mayoritas disulut kenaikan harga pangan. Kenaikan harga minyak goreng selain menekan daya beli warga miskin di desa, pada saat yang sama akan memicu kenaikan harga pangan lainnya selain minyak goreng.

Baca juga : Jaga Momentum Peningkatan Ekspor, Kemendag Gelar Ajang GDI Ke-6

"Bila ini terjadi, bisa dipastikan warga desa yang hanya sejengkal di atas garis kemiskinan, akan jatuh jadi warga miskin,” ujar Abdul Halim Iskandar, di Jakarta, Jumat (21/1).

Gus Halim, sapaan akrab Abdul Halim Iskandar menambahkan, demi mempercepat pencapaian SDGs Desa tujuan pertama dan kedua, Desa Tanpa Kemiskinan dan Desa Tanpa Kelaparan, diperlukan peran serta dan dukungan pemerintah desa maupun supra desa.

Menurutnya, minyak goreng adalah salah satu komoditas dari sembilan bahan pokok yang bersifat strategis dan multiguna. Kedua sifat tersebut membuat minyak goreng menjadi salah satu komoditas yang memiliki peranan yang penting dalam perekonomian Indonesia.

Baca juga : Bamsoet: Indonesia Bakal Beri Jaminan Dan Kepastian Hukum

Oleh karena itu, Gus Halim berpandangan, kebijakan pemerintah terkait minyak goreng satu harga ini sangat krusial. Terutama, dalam rangka menjaga masyarakat desa dari kondisi rentan kemiskinan.

Jika harga pangan naik, tidak stabil, otomatis mereka harus mengatur ulang pengeluaran. Bahkan termasuk mengurangi jumlah dan frekuensi makan.

"Jenis pangan murah akan jadi pilihan. Dampaknya, konsumsi energi dan protein akan menurun dan berpengaruh pada kesehatan. Bagi ibu hamil, ibu menyusui dan balita, ini akan memperburuk kecerdasan anak," ungkapnya.

Baca juga : Pantau Minyak Goreng Satu Harga, Kemendag Buka Hotline

Di antara sasaran SDGs Desa tujuan Desa Tanpa Kemiskinan dan Desa Tanpa Kelaparan adalah nol persen tingkat kemiskinan desa, hingga prevalensi kurang gizi, stunting dan anemia, serta prevalensi bayi mendapat ASI eksklusif.

"Sudah pasti, instabilitas harga pangan akan berpengaruh pada pencapaian sasaran-sasaran SDGs Desa," tegas Politisi PKB ini.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.