BREAKING NEWS
 

Komentar Soal JHT

Moeldoko Dihujani Kritikan Pedas

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : ADITYA NUGROHO
Minggu, 20 Februari 2022 08:35 WIB
Kepala Staf Presiden RI Dr Moeldoko

 Sebelumnya 
Pernyataan Moeldoko ini banjir kritik dari dunia nyata dan dunia maya. Di dunia nyata, Moeldoko dikritik Ketua DPP Partai Demokrat Yan Harahap. Menurut Yan, jika ekonomi Indonesia saat ini sedang kuat, lalu kenapa pemerintah harus menahan hak dari pekerja.

Di dunia maya, Moeldoko juga disentil. Mereka menyebut Moeldoko bicara asal-asalan. “Tidak punya rasa empati terhadap rakyat kecil. Yang ngomong nggak pernah ngerasain jadi buruh biasa kan?” tanya @papa_loren.

Akun @goaticid mengingatkan Moeldoko soal kasus korupsi Jiwasraya dan Asabri yang ujung-ujungnya juga pemerintah lepas tangan.

Baca juga : Rangnick Minta Bantuan Psikolog

“Dua-duanya dulu congor marketing dan pimpinannya juga ngomong hal yang sama, aman lah, dijamin negara lah, buktinya sekarang banyak yang nggak balik duitnya, makanya congor jangan dipakai buat menjilat terus,” beber dia.

@soeyoto1 menilai cara berpikir Moeldoko rada aneh. “Menahan uang hasil keringat buruh sama dengan menyiksa Rakyat,” cuitnya.

Permenaker JHT Jalan Terus

Baca juga : Kementan Serius Jaga Stabilitas Perunggasan

Meskipun sudah banyak mendapat penolakan dari berbagai kalangan, Permenaker JHT tetap jalan terus. Bahkan, tidak ada tanda-tanda Menteri Ida mau merevisinya.

Ida pun sudah menjelaskan hal ini kepada serikat-serikat buruh yang demo ke kantornya. Dialog dihadiri oleh Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) dan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI).

Dia menjelaskan, Permenaker JHT menjadi momentum untuk memberikan perlindungan paripurna bagi pekerja di masa pensiun. Di sisi lain, untuk resiko PHK saat ini, sudah terdapat program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).

Baca juga : Performa ISP: Antara Janji dan Realisasi

Sementara hingga kemarin, sudah ada 419.865 orang menandatangani petisi penolakan Pemenaker JHT. Petisi yang dibuat oleh Suhari Ete itu, ditujukan kepada sejumlah pihak, yakni Jokowi, Ida Fauziyah, dan Kementerian Ketenagakerjaan. [UMM]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense