Dewan Pers

Dark/Light Mode

Dongkrak Mental Setan Merah

Rangnick Minta Bantuan Psikolog

Rabu, 16 Februari 2022 07:20 WIB
Ralf Rangnick. (Foto: AFP).
Ralf Rangnick. (Foto: AFP).

RM.id  Rakyat Merdeka - Ada kejadian menarik jelang laga Manchester United (MU) versus Brighton & Hove Albion pada lanjutan Liga Inggris di Old Trafford, dini hari tadi. Manajer interim MU, Ralf Rangnick dikabarkan sempat meminta bantuan psikolog untuk membenahi mental anak-anak asuhnya yang tengah ngedrop, usai gagal menang di tiga laga terakhir.

Torehan hasil negatif itu dialami MU saat menghadapi Middlesbrough (Piala FA), Bunrley dan Southampton (Liga Inggris). Semuanya berakhir dengan skor identik, 1-1 dan MU selalu gagal mempertahankan keunggulan. Tak cuma itu, sejak ditangani Rangnick awal Desember lalu, sudah enam kali MU meraih hasil imbang di seluruh ajang.

Lima di antaranya terjadi dengan situasi unggul lebih dulu. Bahkan, saat ditahan Aston Villa 2-2, Setan Merah sudah unggul dua gol. Situasi yang buruk ini membuat Rangnick meminta bantuan Sascha Lense, psikolog olahraga yang dulu pernah bekerja sama di RB Leipzig. Dia ingin membangkitkan mental para pemain MU.

Berita Terkait : BI: Dorong Penguatan Data Untuk Perumusan Kebijakan

“Dalam 11-13 laga sejak saya datang, kami mencetak gol pertama dan unggul 1-0, tapi cuma setengahnya yang akhirnya bisa kami menangkan. Ketika unggul 1-0 di tiga laga beruntun lalu kebobolan, ini akan mempengaruhi mental para pemain,” kata Rangnick seperti dikutip The Guardian, kemarin.

Pelatih asal Jerman itu mengklaim, MU harusnya bisa unggul 3-0 atau 4-0 di tiga laga tersebut. Tapi, situasi permainan tim tiba-tiba berubah. Pemain kehilangan kepercayaan diri setelah tim lawan berhasil menyamakan skor. “Kepercayaan diri hilang karena pemain adalah manusia, bukan robot.

Jadi, satu-satunya yang bisa kami lakukan adalah bicara kepada para pemain, satu per satu, juga kepada seluruh tim,” ujarnya. Rangnick menegaskan, MU harusnya lebih efektif dalam mencetak gol di setiap laga. Tapi hal itu gagal terealisasi karena menurunnya kepercayaan diri pemain membuat permainan jadi tidak solid.

Berita Terkait : Mas Ganjar Sedang Baik-baikin Banteng

“Saya melihat ketidaksolidan itu dari semua gol yang dicetak ke gawang kami di babak kedua, semuanya terlalu mudah,” jelas Rangnick. Selain itu, terkait adanya seruan agar Harry Maguire dicopot dari kapten Manchester United, Rangnick menegaskan, tidak akan pernah melakukan itu.

“Dia (Maguire) sudah tampil bagus setelah kembali dari cedera. Dia bermain sangat baik, seperti saat mengalahkan West Ham (22 Januari),” kata Rangnick. Namun begitu, Rangnick sadar, penampilan Maguire sedang tak bagus belakangan ini. Tapi itu bukan alasan tepat untuk mencopot ban kapten dari bek 28 tahun tersebut.

“Sebagai pemain, dia harus berkembang, menjadi lebih baik, seperti para pemain lain. Tapi balik lagi, gaya main kami saat ini juga terbilang baru untuknya,” katanya.  [DNU]