BREAKING NEWS
 

Obati Pasien Covid

Pemerintah Belum Bayar 21 T, Kasian Dong Rumah Sakit Ya!

Reporter : ALFIAN SIDIK
Editor : ABDUL SHOMAD
Minggu, 27 Maret 2022 06:25 WIB
Pasien menjalani perawatan di Ruang IGD Screening RSUD Depok, Jawa Barat, Jumat (4/2/2022). (Foto: RIZKI SYAHPUTRA/RM).

 Sebelumnya 
Sementara pada 2021, klaim Covid-19 yang sudah dibayarkan sebesar Rp 62,68 triliun. Kemudian Pemerintah menargetkan pemba­yaran klaim Covid-19 sebesar Rp 25 triliun pada tahun ini.

“Pada prinsipnya anggaran pembayaran Covid-19 ada di cadangan anggaran yang cukup besar. Anggaran mencukupi uangnya dan pasti harus cukup,” kata Direktur Anggaran Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Putut Hari Satyaka.

Netizen mendesak Pemerintah segera mem­bayar klaim rumah sakit. Pasalnya, rumah sakit mempunyai peran yang vital dalam menangani pasien Covid-19 selama pandemi.

Baca juga : Reisa: Jangan Euforia!

Akun @miftahunnurbah menyayangkan lambatnya pembayaran klaim rumah sakit yang dilakukan Pemerintah. Padahal, rumah sakit telah bekerja keras membantu Pemerintah menangani pasien Covid-19.

“Sudah lelah kerja siang malam malah kena prank,” ujarnya.

Akun @Icu663 mengatakan, rumah sakit sudah membantu Pemerintah untuk menolong pasien Covid-19. Bahkan, kata dia, banyak dokter, perawat yang tertular dan meninggal dunia karena merawat pasien Covid-19.

Baca juga : Pemerintah Bakal Perketat Aturan Di Awal Ramadan

“Semua alat pelindung diri (APD), obat ru­mah sakit yang menyediakan, tapi Pemerintah selalu lambat membayar klaim,” ujarnya.

Menurut @samsu_ardian, menunggaknya pembayaran klaim RS oleh Pemerintah bukan kali ini saja terjadi. Kata dia, besarnya angka utang tersebut karena Pemerintah lebih senang mengobati orang sakit Covid-19 dibanding memaksimalkan pencegahan.

“Wow... gede ya nunggaknya,” ujar @ AniBidadari.

Baca juga : DMO CPO Naik 30 Persen, Pemerintah Perkuat Pasokan Bahan Baku Migor

“Katanya concern, peduli sama rumah sakit, sama tenaga kesehatan (nakes), tapi klaim belum juga dibayarkan. Ya ambyar,” kata @ dayanlang. “Lho bagaimana sih. Kok masih ngutang, kasihan rumah sakitnya,” timpal @ Camelaila1.

Akun @ariefb77 mengaitkan tunggakan pembayaran klaim ini dengan anggaran pem­bangunan Ibu Kota Negara (IKN). “Klaim RS saja masih nunggak, gegayaan mau pindah ibu kota,” ujarnya.

“Lha, jangan sok mau pindah ibu kota segala deh kalau begini,” timpal @PRAMONOar. [ASI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense