BREAKING NEWS
 

Pro-Pemilu 14-2-2024

Jokowi Jangan Dicurigai Lagi

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : UJANG SUNDA
Jumat, 29 April 2022 06:40 WIB
Presiden Jokowi pada Peresmian Musrenbangnas Tahun 2022, Kamis (28/04/2022), di Istana Negara, Jakarta. (Sumber: Tangkapan Layar).

 Sebelumnya 
"Sudah ditetapkan bahwa hari H pemungutan suara 2024 jatuh pada Rabu, 14 Februari 2024. Sehingga dimulainya awal tahapan akan diselenggarakan selambat-lambatnya 14 Juni 2022," jelas Betty, kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Anggota Komisi II DPR Arif Wibowo memuji komitmen dan penegasan yang disampaikan Jokowi. Dengan hal ini, politisi PDIP ini berharap, tidak ada lagi pihak yang curiga bahwa Jokowi akan menunda Pemilu.

Baca juga : Pilpres 2024, NU Jangan Cuma Jadi Follower

"Semuanya satu komando. Jangan ada keraguan sama sekali," tegas Arif, saat dihubungi Rakyat Merdeka, kemarin.

Menurut Arif, pernyataan Jokowi itu titah. Pelaksanaan Pemilu tetap berlangsung secara berkala sesuai konstitusi dan perundang-undangan yang berlaku.

Baca juga : Covid Di China Ngamuk Lagi

"Awal-awal bicaranya soft, tapi sekarang Presiden ucapannya terang. Presiden adalah orang yang paling bertanggung jawab terhadap negara ini untuk menjawab pihak yang curiga Pemilu ditunda," terangnya.

Direkrut Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurniasyah berharap, pernyataan Jokowi bisa dipahami seluruh pihak, termasuk masyarakat. "Statement Presiden bisa ditafsir sebagai keberpihakan pada kepentingan publik. Dengan itu, harusnya tidak ada lagi tokoh yang mencurigai adanya sabotase Pemilu," ujar Dedi, kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Baca juga : Pemilu 14 Februari 2024, Jokowi Kasih PR Ke Mahfud

Dedi menerangkan, Jokowi telah menjabarkan tahapan Pemilu. "Secara politik pemerintah telah menyatakan dukungan Pemilu dilaksanakan pada 14 Februari, dan itu cukup kuat untuk meyakini bahwa Pemerintah punya komitmen regenerasi politik kita," imbuh pengamat politik jebolan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu.

Hal senada diutarakan Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI) Djayadi Hanan. "Penegasan itu memang perlu. Lebih penting lagi penegasan itu harus disertai aksi nyata, misalnya anggaran untuk pemilu 2024 benar-benar mulai direalisasi. Karena kan publik memang sudah terlanjur curiga," tegas Djayadi. [UMM]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense