RM.id Rakyat Merdeka - Kunci sukses pemerintahan Jokowi-Ma’ruf sangat ditentukan kapasitas orang-orang di sekitarnya. Mereka yang akan duduk di kabinet harus memiliki kualitas yang mumpuni.
Kursi menteri kini memang menjadi diskusi banyak pihak seiring penetapan Jokowi-Ma’ruf sebagai pemenang Pilpres 2019. Sejumlah nama digadang-gadang akan mengisi kabinet dengan berbagai pertimbangan.
Menurut analis komunikasi politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio, Jokowi bisa saja memasukkan lebih banyak profesional di kabinet nanti. Hanya saja, sejumlah nama di kabinet kerja sebelumnya masih sangat layak dipertahankan.
Baca juga : Oktober, Jokowi-Maruf Dilantik Jadi Presiden
“Tidak banyak menteri yang mampu menerjemahkan visi dan misi Jokowi di kabinet sebelumnya. Hanya lima nama yang menurut saya sukses menjalankan tugasnya dan merebut simpati publik lewat hasil kerjanya,” sebut Hendri, Senin (1/7).
Dari lima nama itu, Hendri menggarisbawahi sosok Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Di tengah serbuan komoditas impor, kata Hendri, Amran mampu meningkatkan kesejahteraan petani.
Di tangan Amran, pertanian Indonesia maju pesat. Berbagai gebrakannya mampu mengatasi kelangkaan pangan. Sejumlah komoditas bahkan mencapai swasembada. Indonesia mampu membalikkan status menjadi negara pengekspor.
Baca juga : Bersinar di Kabinet Jokowi-JK, Amran Diibaratkan Ronaldo dan Messi
“Cerdas menterjemahkan visi misi presiden dan seorang pekerja keras. Masyarakat akan selalu mengingat hasil kerjanya. Kalaupun nantinya diberi tantangan di kementerian lain, Amran sosok yang tepat. Dia serbabisa,” ulas Hendri.
Hendri menyebut, ada dua kementerian lain yang berpotensi dipercayakan pada Amran jika mendapat tugas lain dari presiden. Dua pos tersebut dinilai butuh sosok seperti alumni Universitas Hasanuddin tersebut.
“Selain Pertanian, Amran sangat mengusai masalah dan memiliki solusi di Kementerian Perdagangan. Selama ini, dia mampu memberantas para mafia yang merugikan petani dan konsumen,” sebutnya.
Baca juga : Fukuda Penasaran Nunggu Putusan MK
Pos lain adalah Kementerian BUMN. Menurut Hendri, meski gerakan industri 4.0 tengah digalakkan, namun Indonesia tetap tak bisa meninggalkan dua potensi terbesarnya, pertanian dan kemaritiman.
“Sosok Amran sangat memahami bagaimana cara mewujudkan ketahanan pangan nasional. Jika di BUMN, dia akan dengan mudah menggerakkan badan usaha yang mendukung program pemerintah,” jelasnya. [KAL]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.