Sebelumnya
Dalam beberapa pekan ke depan, lanjut inisiator medical intelligence di Tanah Air ini, pemerintah akan terus mencermati perkembangan kasus Covid-19; apakah ada peningkatan kasus dan polanya seperti apa. “Saat ini, sepekan usai lebaran, memang belum ada penambahan signifikan. Penambahan kasus berkisar di bawah 500, kembali ke angka pekan-pekan jelang mudik, tapi kita tidak akan lengah, karena berdasarkan data beberapa libur panjang sebelumnya, peningkatan kasus mulai terjadi dua puluh hingga 30 hari kemudian.”
Sambil mengikuti perkembangan, Pemerintah akan terus melakukan percepatan dan perluasan vaksinasi hingga dosis booster, serta menggencarkan testing dan tracing.
Baca juga : Mampu Tingkatkan Sektor Pertanian, Pupuk Indonesia Diapresiasi Mentan
“Salah satu tantangan yang kita hadapi saat ini adalah bagaimana meningkatkan dan memperpanjang masa kekebalan komunal atau herd immunity masyarakat sampai pandemi benar-benar terkendali dan bisa bertransisi menjadi endemi. Jawabannya hanyalah vaksinasi. Dosis primer tuntas, lanjut ke dosis booster. Umpama battery, kekebalan tubuh bisa turun dan harus dicas,” ujar Budi Gunawan yang merupakan penggagas metode vaksinasi door to door atau jemput bola yang kini dijalankan di daerah-daerah.
Dengan berbagai tantangan, baik berupa wilayah yang luas dan berupa kepulauan, maupun keterbatasan tenaga dan sarana, capaian vaksinasi di Indonesia terbilang cukup tinggi. Per tanggal 11 Mei 2022, vaksinasi dosis pertama sudah mencapai 95,75% dari target populasi 208.265.720 orang. Dosis kedua 79,64%, sementara dosis ketiga atau booster yang memang dimulai belakangan baru mencapai 20%.
Baca juga : Ekonomi Berputar Kesehatan Terjamin
“Keberhasilan vaksinasi yang akan terus ditingkatkan ini harus diikuti dengan pembudayaan prilaku hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Protokol kesehatan harus menjadi etika sosial, karena faktanya virus Corona ada dan akan selalu ada di tengah kita,” pungkas Budi Gunawan. [RCH]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.