Sebelumnya
"Tadi sekilas saya lihat ada Pak Ganjar. Ini kalau masih mendengarkan saya. Nah iki [nah ini]. Itu, kan, dari awal kamu saya jadikan [gubernur], kan, sudah pernah saya omongin, wlah wleh wlah wleh urusan pelabuhan Semarang dan sebagainya," sentil Mega, ketika itu.
"Tuh, gimana tuh Semarang. Karena saya bilang, mengko yen wis enek rob (nanti kalau sudah ada banjir rob) nangis," sambungnya.
Baca juga : Pak Gub, Urus Banjir Dululah
Sejauh ini, Ganjar belum mengomentari soal langkah antisipasi apa saja yang sudah dilakukan selama ini, sebagaimana pernah diperintahkan Mega. Namun, ia sudah menyiapkan dua langkah penanganan banjir rob yang terjadi. Pertama, menambal tanggul yang jebol. Kedua, akan mengaudit seluruh bangunan di pesisir, khususnya di kawasan pelabuhan Tanjung Mas. "Kalau itu nanti auditnya bagus, aman ya jalan. Kalau nggak, ya segera kita perbaiki," kata Ganjar.
Hingga kemarin, air pasang yang melimpah ke daratan atau banjir rob masih menggenangi sejumlah wilayah di Jateng. Salah satunya di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang. Air rob di kawasan pelabuhan mulai berangsur surut setelah tanggul yang jebol diperbaiki. Tapi belum kering sepenuhnya. Angkutan peti kemas yang masuk ke pelabuhan, juga masih sedikit.
Baca juga : Cek Dapur Katering, Menag: Juru Masak Asli Indonesia
Aktivitas pelabuhan juga masih lumpuh. Ketinggian air rob di kawasan pelabuhan, rata-rata selutut orang dewasa. Perahu karet warna oranye bercap BNPB masih hilir mudik di jalanan sekitar kawasan pelabuhan.
Banjir rob di Pekalongan juga belum surut sepenuhnya. Ketinggian air masih di kisaran 40-80 cm. Sejumlah warga juga terlihat berjibaku memperbaiki tanggul sungai yang jebol secara darurat dengan karung pasir.
Baca juga : Menkeu Singapura Temui Ganjar Di Kediamannya
Di Demak juga begitu. Penyaluran bantuan berupa makanan, air mineral hingga obat-obatan terpaksa dikirim menggunakan perahu karet. [SAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.