Sebelumnya
Ia meyakinkan, semua kader banteng setia pada khittah dan komitmen kepartaian. Sehingga asumsi yang menyebut Mega dan Jokowi tidak solid di Pilpres mendatang, sangat tidak berdasar.
"Kalau tokoh tidak solid, bagaimana partai bisa menang dua kali dan sekarang lagi siap-siap hattrick... he-he-he," tambahnya.
Guru Besar di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran, Prof Muradi menduga isu kerenggangan Jokowi-Mega memang sengaja dibangun oleh kelompok tertentu untuk kepentingan psywar politik. Alias perang urat saraf politik.
Baca juga : Jokowi-Mega Disarankan Ngopi-ngopi
"Ini masalah manajemen konflik biasa aja, ingin mengukur reliabel mendorong Mas Ganjar itu beneran atau sebatas gimmick," kata Muradi, dalam perbincangan, tadi malam.
Ia tidak yakin Jokowi akan pecah kongsi dengan Mega di Pilpres mendatang, sebagaimana sempat liar dispekulasikan. "Menurut saya, Pak Jokowi masih solid dengan Ibu Mega," sambungnya.
Pakar komunikasi politik Lely Arrianie menilai Jokowi bukanlah politisi kacang yang lupa kulitnya. Pun demikian Mega, yang tidak pernah setengah hati mendukung dan membesarkan Jokowi dari karir awal politiknya.
Baca juga : Di Samping Jokowi, Formula E Sandingkan Anies-Puan
"Relasi Pak Jokowi dengan Bu Mega juga tak biasa, sudah seperti ibu dan anak," kata Lely, lewat sambungan telepon.
Ia juga menampik spekulasi Jokowi akan punya jagoan sendiri yang berbeda dengan yang dijagokan PDIP. Yang ada, partai-partai lain saat ini meminta restu Jokowi untuk mendukung jagoan tertentu.
"Pak Jokowi tetap akan berkiblat ke Bu Mega, tapi partai lain pasti minta restu ke Jokowi, nyeruduk ke Pak Jokowi," tandasnya.
Baca juga : Indonesia Perkuat Kerja Sama Air Dengan Belanda
Menurutnya, kecil kemungkinan Jokowi dan Mega akan pecah kongsi di Pilpres 2024. Kalau pun Jokowi saat ini punya jagoan lain, pasti diomongin dulu ke Mega.
"Tapi kalau Bu Mega sudah memutuskan, pasti Pak Jokowi akan ikut. Dia punya utang budi politik yang cukup besar ke Bu Mega," pungkasnya.■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.