RM.id Rakyat Merdeka - Politisi Partai Amanat Nasional Rizki Sadig menilai keberadaan buzzer di media sosial membuat polarisasi politik terus terjadi dan cenderung merusak kualitas demokrasi.
Anggota Komisi I DPR RI ini mengajak pada tradisi baru yakni dengan politik gagasan.
Baca juga : CKB Group Hadirkan Pelatihan K3 bagi Puskesmas
"Sudah saatnya semua berkomitmen untuk menertibkan buzzer dan mencegah perpecahan. Kami di PAN menawarkan ayo kita hadirkan politik ide dan gagasan. Bukan politik yang saling menjatuhkan," kata Rizki Sadig di Jakarta, Rabu (8/6).
Menurut Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Jawa Timur ini, kompetisi pemilu 2024 harus menggunakan adu ide dan gagasan, bukan perpecahan.
Baca juga : Ribuan Masyarakat Cilegon Hadiri Apel Akbar Sahabat Ganjar
"Faktanya di media sosial tidak ada adu ide dan gagasan. Tidak ada debat substantif. Yang ada adalah stigma Cebong-Kadrun yang tidak selesai-selesai. Berbeda pendapat sedikit langsung dicap Cebong atau Kadrun. Tak ada ruang untuk adu ide dan gagasan," ungkapnya.
Menurut Rizki Sadig, PAN meyakini bahwa media sosial adalah ruang terbaik untuk adu ide dan gagasan karena siapapun bisa terlibat termasuk politisi dan bahkan para kepala daerah.
Baca juga : Gandeng Kampus di Amerika, Universitas Esa Unggul Hadirkan Pendidikan Kelas Dunia
"Tapi kalau tokoh-tokoh yang ingin mendapatkab keuntungan elektoral ini lebih suka menggunakan buzzer, maka media sosial kita akan terus keruh dengan buzzer," tutup Rizki. (MRA)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.