Sebelumnya
Selain kejadian di atas, ada juga kasus Anggota TNI terlibat keributan dengan sopir angkot di Cicurug, Sukabumi, Jawa Barat, Minggu malam, (16/7). Keributan yang melibatkan prajurit tempur TNI AD itu pun sempat terekam video amatir warga yang melintas Jalan Raya Cicurug, Sukabumi dan viral di media sosial.
Dalam video pendek yang diunggah Infokomando.official, terlihat puluhan prajurit TNI AD berhamburan turun dari mobil truk setelah mendengar informasi bahwa Komandan Batalyon Infanteri (Yonif) 310/Kidang Kencana, Mayor Inf Yudhi Hariyanto dipukul sejumlah sopir angkot 09 di sekitar SPBU Cicurug.
Baca juga : Ratusan Nelayan di Perbatasan NKRI Dapat Bantuan dari Baznas
Apa kata pakar soal banyaknya masalah yang dihadapi Andika? Pakar Intelijen dan Terorisme, Stanislaus Riyanta mengatakan, sudah menjadi risiko Andika, memimpin dan mengurus organisasi besar dan dengan tugas kompleks seperti TNI.
Stanislaus meyakini, Andika mampu menghadapi masalah ini. Terlebih, TNI sudah punya aturan main untuk menyelesaikan persoalan yang menimpa pada prajuritnya. “Saya yakin masalah-masalah tersebut dapat ditangani dengan baik,” cetusnya.
Baca juga : Bapera Jakbar Berbagi Takjil, Pererat Silaturahmi Dengan Masyarakat
Lalu apa sikap Andika? Terkait dengan penembakan istri prajurit, Andika langsung mengumpulkan tim hukum TNI seusai kejadian Andika mengatakan tim hukum segera melakukan penyelidikan.
Sementara terkait dengan masalah Papua, Andika sebelumnya mengatakan penyelesaian permasalahan keamanan di Papua perlu strategi jangka panjang dan berkelanjutan untuk menghadapi permasalahan tersebut.
Baca juga : Jurus Andika Belum Sakti
Saat ini, Andika diketahui sedang berada di Brunei Darusalam. Berdasarkan informasi dari KBRI Bandar Seri Begawan seperti dikutip dari situs Kemlu RI, kemarin, menantu AM Hendropriyono ini, sedang menerima penghargaan dari Sultan Brunei. [MEN]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.