Dark/Light Mode

Ditanya 1 Anggotanya Tewas Ditembak Teroris Papua

Andika: Saya Tidak Kaget

Selasa, 23 November 2021 08:25 WIB
Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL), Laksamana Yudo Margono memberi hormat ke Panglima TNI, Jenderal Andika Perkasa. Adegan ini terjadi saat Andika melakukan pertemuan dengan pejabat tinggi TNI AL, di Mabes TNI AL, Cilangkap, Jakarta, Senin (22/11/2021). (Foto: Antara/Galih Pradipta)
Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL), Laksamana Yudo Margono memberi hormat ke Panglima TNI, Jenderal Andika Perkasa. Adegan ini terjadi saat Andika melakukan pertemuan dengan pejabat tinggi TNI AL, di Mabes TNI AL, Cilangkap, Jakarta, Senin (22/11/2021). (Foto: Antara/Galih Pradipta)

RM.id  Rakyat Merdeka - Masalah teroris Papua jadi pekerjaan rumah pertama bagi Jenderal Andika Perkasa. Di awal kepemimpinannya sebagai Panglima TNI, 1 anggotanya tewas ditembak teroris Papua. Menanggapi itu, Andika mengaku tidak kaget dan sudah lama mengamati sepak terjang para teroris Papua.

Tewasnya prajurit TNI terjadi Sabtu (20/11) pagi di Suru-Suru, Kabupaten Yahukimo, Papua. Prajurit yang gugur atas nama Sertu Ari Baskoro. Selain 1 anggota yang tewas, serangan yang diduga dilakukan kelompok teroris pimpinan Tendius Gwijangge juga menyebabkan 1 personel lain terluka.

Berita Terkait : Prajurit TNI Tewas Ditembak Teroris Papua, Panglima TNI: Kita Akan Lakukan Pendekatan Berbeda

Prajurit yang terluka atas nama Kapten Infanteri Arviandi yang merupakan Komandan Koramil Suru-Suru. Kapten Arviandi mengalami luka di perut karena terserempet peluru dan luka bacok di lengan kanan.

“Tapi yang jelas, kemarin itu juga bukan sesuatu yang saya kaget. Terus terang tidak. Karena apa? Karena kita kan sudah mengamati,” kata Andika saat menyambangi Markas TNI Angkatan Laut, di Cilangkap, Jakarta Timur, kemarin.

Berita Terkait : Andika, Tunjukkan Keperkasaannya!!!

Eks Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) ini menegaskan, di bawah kepemimpinannya, TNI akan melakukan pendekatan berbeda untuk menangani para teroris Papua itu. Hal ini sesuai dengan janjinya saat melakukan uji kelayakan dan kepatutan sebagai calon Panglima TNI di Komisi I DPR, beberapa waktu lalu.

“Saya berharap akan lebih efektif. Sementara, karena saya akan orientasi di satuan internal, termasuk penanganan-penanganan operasi di seluruh Indonesia,” katanya.

Berita Terkait : Andika-Puan Maharani Pasangan Kuat 2024

Evaluasi ini bertujuan agar penanganan terhadap kelompok teroris di Papua ini akan lebih efektif. Namun sebelum itu, dia berjanji bakal memberi orientasi baru kepada satuan-satuan di institusi yang dipimpinnya.

Terpisah, Dandim 1715 Yahukimo, Papua, Letkol Inf Cristian Irreuw membeberkan identitas kelompok teroris Papua yang telah menewaskan satu prajurit TNI itu. Kata dia, teroris Papua pimpinan Tendius Gwijangge adalah pelakunya. Mereka mendapatkan pasokan amunisi dan senjata api dari Papua Nugini. “Memang ada indikasi KKB mendapat pasokan dari PNG sehingga kontak tembak cukup lama, seperti yang terjadi di Koramil Persiapan Suru-Suru, Sabtu lalu,” aku Cristian.
 Selanjutnya