Sebelumnya
Akun @richhutahaean menilai, saat ini parpol dikuasai pendiri parpol. Artinya, nasib bangsa ini ada di tangan elite-elite parpol. Seharusnya, konstitusi memberi ruang untuk munculnya capres dan cawapres dari jalur independen. “Begitu menyedihkannya (kondisi sekarang),” katanya.
Akun @jmelive mengatakan, parpol harus ada kebijakan tegas untuk negara. Begitu juga dengan capres dan cawapres yang diusung, harus tahu visi misi dan berani tegas untuk bikin keputusan yang tidak retorikal.
“Dengan capres dan cawapres dipilih parpol, artinya para tokoh parpol yang tidak bermutu berpeluang meloloskan calon presiden yang tidak bermutu,” ujar @rsitanggang2101.
Baca juga : INES: Airlangga Dijagokan Masyarakat Jadi Penerus Jokowi Bangun Indonesia
Akun @Kang_Yoen mengatakan, kalau parpol bereksperimen mencalonkan kader sebagai capres yang kurang dikenal atau malah kurang disukai masyarakat, bisa berbahaya.
Artinya, kata @coretan_gorong2, presiden yang dipilih partai sebagai petugas partai, bukan pengemban amanat rakyat. “Jadi wajar kalau bekerja demi kepentingan partai,” katanya.
Akun @Panji_khempotz mengatakan, Presiden dipilih oleh rakyat. Tapi, calon presidennya itu lahir dari seleksi partai politik (parpol).
Baca juga : Partainya Zul Sodorin Erick Dan Emil Ke KIB
Artinya, kata @Arikjez, rakyat tidak memilih capres dan cawapres. Rakyat cuma dikasih pilihan.
“Sejak kapan rakyat memilih capres dan cawapres. Selama ini, rakyat dipilihkan partai lalu memilih atas pilihan itu. Itu bukan pilihan dan bukan demokrasi sesungguhnya,” ujar @AkbarGin.
Akun @petanitulen2 meminta Presiden berdiri tegak di tengah-tengah pada hajatan pemilu. Kata dia, Presiden harus memberi ruang untuk anak bangsa bersaing secara sehat. “Karena itulah awal demokrasi yang sehat,” tandasnya.
Baca juga : Sunarso: BRI Jaga Bisnis Rakyat Kecil
Sementara, @eddy_widodo165 mempertanyakan kelakuan Relawan Jokowi yang membuat Musyawarah Rakyat Indonesia (Musra) di Bandung, Jawa Barat. Dia bilang, kegiatan tersebut hanya buang-buang energi dan biaya saja.
“Kecuali, Jokowi menyarankan parpol pendukung mendukung capres dan cawaprea hasil Musra, itu lain cerita,” tukasnya. [TIF]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.