RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memimpin pertemuan para Menteri Ketenagakerjaan dan delegasi Group of Twenty (G20) di Bali, pada 12-14 September 2022. Salah satu fokus pembahasan, yakni akses pekerjaan bagi penyandang disabilitas.
Sekretaris Jenderal Kemnaker Anwar Sanusi berjanji bakal berupaya memberi ruang maksimal terhadap mereka yang mengalami keterbatasan fisik.
Hal itu merupakan amanat juga amanat dari Undang-undang nomor 8 tahun 2016.
Baca juga : Liverpool Vs Ajax, Saatnya Si Merah Unjuk Gigi
“Kami ingin penyandang disabilitas mempunyai ruang yang sama untuk mendapatkan akses terkait pekerjaan. Jadi, design work-nya itu harus ada,” kata Anwar saat ditemui Rakyat Merdeka, usai melakukan pertemuan dengan berbagai delegasi G20 di Kabupaten Badung, Bali, kemarin.
Dia mengungkapkan, disabilitas dimasukkan dalam agenda G20 karena isu tersebut membutuhkan perhatian besar. Butuh komitmen dari banyak negara dan langkah yang detail.
“Ini menjadi legacy sesuai harapan kami, yang responnya alhamdulillah luar biasa,” ungkapnya.
Baca juga : Erick: Kalau Harga Minyak Dunia Melorot, Harga Pertamax Bisa Ikut Turun
Menurut Anwar, jumlah penyandang disabilitas di seluruh dunia yang membutuhkan pekerjaan sangat besar. Terutama di Indonesia. Sayang, Anwar tak menyebut spesifik datanya.
“Yang jelas, cukup banyak sampai jutaan di sektor formal dan informal,” ucap Anwar.
Dia menilai, sampai saat ini para penyandang disabilitas belum mendapatkan perhatian maksimal untuk mendapatkan haknya secara komprehensif.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.