BREAKING NEWS
 

Ferdy Sambo Cs Didakwa Lakukan Pembunuhan Berencana Terhadap Brigadir Yoshua

Reporter & Editor :
OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Senin, 17 Oktober 2022 11:15 WIB
Sidang pembacaan dakwaan terhadap Ferdy Sambo. (Foto: Oktavian/Rakyat Merdeka)

 Sebelumnya 
Singkat cerita, Sambo kemudian memanggil Bripka Ricky dan bertanya soal kejadian Magelang. Sambo kemudian menanyakan apakah Ricky berani menembak. Namun, Ricky mengaku tidak berani.

Sambo pun memanggil Richard Eliezer alias Bharada E untuk bercerita kejadian Magelang, dan menanyakan kesiapan Bharada E untuk menghabisi Brigadir J.

"Ferdy Sambo mengutarakan niat jahatnya kebada Richard Eliezer 'berani kamu tembak Yosua?'. Atas pertanyaan terdakwa Ferdy Sambo tersebut saksi Richard Eliezer menyatakan kesediaannya 'siap komandan'," papar jaksa.

Baca juga : Yenny Wahid Usulkan Pemerintah Terapkan Beras Satu Harga

Singkat cerita setelah direncanakan dengan matang Sambo pun menuju rumah Dinas di Duren Tiga. Di rumah itu sudah ada Brigadir J dan Ricky Rizal. Setelah memasuki rumah, Sambo pun meminta agar Kuat Ma'ruf memanggil Ricky dan Brigadir J.

Sembari menunggu kedatangan keduanya, dia meminta Bharada E untuk mengokang senjatanya. Setelah sampai di ruang tengah, leher Brigadir J dipegang Sambo sambil didorong ke depan agar posisinya berhadapan.

Sambo kemudian memerintahkan Yosua untuk jongkok. Sambil mengangkat kedua tangan tanda menyerah, Brigadir J pun bertanya pada Sambo, 'ada apa ini?'.

Baca juga : Asabri Salurkan Bantuan Pembangunan Ruang Layanan Polsek Bodeh

Tak memberi penjelasan, Sambo lantas memerintahkan Bharada E untuk mengeksekusi Brigadir J. Perintahnya jelas, agar Bharada E menembakan pistolnya ke tubuh Brigadir J.

"Woy kau tembak! Kau tembak! Cepat woy kau tembak!" perintah Sambo saat kejadian.

Setelah mendengar perintah Sambo, Bharada E akhirnya mengeksekusi Brigadir J dengan pikiran tenang dan matang tanpa keraguan sedikitpun.

Baca juga : Berkas Sambo Cs P21, Kapolri Jawab Keraguan Banyak Pihak

Bharada E mengarahkan senjata Glock 17 ke tubuh Brigadir J. Sebanyak tiga atau empat tembakan diarahkan ke tubuh Brigadir J.

Akibatnya, tubuh Brigadir J terkapar dan dipenuhi darah. Ferdy Sambo pun menghampiri tubuh Brigadir J yang masih bergerak-gerak kesakitan.

Untuk memastikan Brigadir J tak bernyawa lagi, Ferdy Sambo pun menembakkan senjata yang dia pegang ke kepala Brigadir J. Sambo mengenakan sarung tangan hitam. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense