RM.id Rakyat Merdeka - Belum lama, beredar kabar soal Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDAI) Piprim Basarah yang menganjurkan menghentikan sementara penggunaan paracetamol cair untuk anak. Hal ini berkaitan dengan gangguan ginjal akut misterius atau Acute Kidney Injury Unknown Origin (AKIUO) yang kemudian dikaitkan pula dengan meninggalnya puluhan anak di Gambia.
Anak-anak tersebut meninggal karena mengalami gangguan ginjal usai mengonsumsi obat batuk cair dari India. Menurut Piprim, pernyataan soal penghentian sementara paracetamol cair tidak benar.
Baca juga : Atasi, Cari Tahu Penyebabnya
“Mohon maaf telah membuat kegaduhan. Tapi sebenarnya sudah ada ada klarifikasinya juga," kata Piprim dalam Instagram Live Idai, Selasa (18/10).
Menurut Piprim, sebetulnya penyebab gangguan ginjal akut progresif pada anak yang kasusnya mencapai 192 orang, belum konklusif, alias belum mengerucut ke satu penyebab tunggal.
Baca juga : Ketum PPK Kosgoro 1957: Hentikan Sementara Kompetisi Sepakbola Liga 1
Dia bercerita kasus di Yogyakarta itu ada kakak adik yang sakit batuk pilek. Kakaknya yang minum paracetamol sirup, dia enggak apa-apa. Tapi adiknya tidak minum obat apa-apa, dia kena AKI dan meninggal,” ujar Piprim.
“Makanya kita enggak bisa bilang ini gara-gara paracetamol sirup, belum tentu. Makanya hati-hati kita menyimpulkan. Walaupun saya menyebut sebagai kewaspadaan dini, enggak bisa kemudian diartikan dilarang,” lanjutnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.