RM.id Rakyat Merdeka - Dewan Pengurus Wilayah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Timur dilibatkan untuk memberikan edukasi pencegahan gagal ginjal akut kepada masyarakat.
PPNI akan mengimbau masyarakat berhenti sementara mengonsumsi sirop, serta mengenali dan mengedukasi tanda-tanda anak yang mengalami gagal ginjal akut.
"Kami telah dilibatkan terutama peran kita sebagai organisasi profesi yaitu melakukan edukasi kepada masyarakat, terutama kebijakan yang dilaksanakan oleh pemerintah," kata Ketua DPW PPNI Jawa Timur, Prof Dr Nursalam, kepada wartawan di Surabaya, Senin (23/10).
Baca juga : Dinkes DKI Dorong Orangtua Lakukan Deteksi Dini
Mendukung upaya untuk membantu, PPNI juga menyiapkan tenaga perawat guna menangani kasus gagal ginjal akut yang terjadi di wilayah setempat.
"Tenaga perawat akan menyiapkan berbagai upaya, salah satunya kami koordinasi untuk waspada pada penanganan ginjal akut ini. Karena kondisi ini sangat memprihatinkan," kata
Ia mengatakan pihaknya telah telah melakukan koordinasi dan sinkronisasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat.
Baca juga : Pemerintah Datangkan 200 Fomipizole Dari Singapura, Harganya Rp 16 Juta Per Vial
Sebelumnya, luas diberitakan bahwa penyakit yang belum diketahui penyebabnya ini menyerang anak-anak di bawah usia 5 tahun.
Kasus Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal atau Acute Kidney Injury (AKI) terus meningkat.
Hingga 21 Oktober 2022, setidaknya sudah ada 241 kasus yang tersebar di 22 provinsi di Indonesia. Dari data tersebut, 133 di antaranya meninggal dunia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.