Sebelumnya
Persoalan yang cukup sulit, kata Jokowi, adalah mengintegrasikan semuanya. Karena bahan mentah itu ada di tempat yang berbeda. Tembaga di Papua dan di Sumbawa, nikel di Sulawesi, bauksit di Kalimantan Barat dan Kepri.
"Mengintegrasikan ini sebuah barang yang tidak gampang. Inilah yang terus saya mati-matian ini harus (kita kerjakan). Karena inilah yang akan melompatkan kita, meloncati leap frog menuju ke peradaban yang lain. Saya mati-matian untuk ini," tegas Jokowi.
Jika industri ini jadi, Jokowi yakin Indonesia tak perlu lagi cari investor ke mana-mana. Karena mereka yang akan datang sendiri. Melalui bekerja sama dengan BUMN dan transfer teknologi, Jokowi yakin dalam waktu yang tak lama lagi, Indonesia akan menjadi negara maju.
"Kalau ini jadi, percaya saya, perkiraan saya 2026-2027 kita sudah kelihatan, lompatan ini akan kelihatan. Akan berbondong-bondong masuk industri, karena industri otomotif ke depan, baik itu sepeda motor, baik itu mobil listrik, sepeda motor listrik, mobil listrik itu, akan menggantikan mungkin lebih dari 50 persen dari demand, dari pasar yang ada. Inilah yang harus kita tangkap," paparnya.
Baca juga : Pengembang Dan Perbankan Optimis Pasar Properti Tumbuh Di 2023
Jokowi pun mengajak para pengusaha untuk ambil bagian dalam proyek ini. Kalau ini jadi, Indonesia tak perlu lagi mengekspor bahan mentah. Karena industri-industri yang berkaitan dengan baterai seperti industri otomotif, industri pesawat, akan berdatangan.
Jika ekosistem industri baterai itu jadi, lanjut Jokowi, penerimaan pajak akan meloncat. Artinya, anggaran untuk dana desa bisa bertambah. Ekonomi akan semakin berputar untuk meningkatkan kesejahteraan.
Jokowi paham, situasi ekonomi saat ini memang tidak mudah. Namun, sekali lagi, semuanya harus tetap optimis meskipun harus penuh dengan kewaspadaan, penuh dengan kehati-hatian.
"Saya pun menyampaikan kepada para menteri dalam membuat kebijakan agar super hati-hati, prudent. Jangan sampai sekecil apa pun salah karena keadaannya bukan keadaan yang normal, tapi keadaan yang tidak normal sekarang ini," tuntasnya.
Baca juga : Yudo Tak Mau Berandai-andai
Di tempat yang sama, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, dalam membangun ekonomi, diperlukan harmonisasi. Ia mencontohkan harmonisasi musik orkestra yang dimainkan di awal acara. Sayangnya, kata dia, tidak semua pengusaha manut dengan kebijakan yang dikeluarkan Pemerintah.
"Kalau kita kelola ekonomi, maunya kita kayak konduktor Addie MS, semua nurut. Tapi, di ekonomi, CEO ini sering lakukan improvisasi sendiri-sendiri, jadi nadanya beda-beda," kata Airlangga, setengah bergurau.
Ketum Golkar itu mencontohkan, orkestrasi dalam ekonomi sebenarnya meliputi 3 hal, stabilitas fiskal, moneter, dan sektor riil. Bila ketiganya berjalan dengan baik, bisa menghasilkan harmoni dan ekonomi bisa bertahan dalam kondisi apa pun.
D acara itu, Airlangga juga menyindir eksportir yang menyimpan devisa hasil ekspor di luar negeri. Melihat kenyataan tersebut, Airlangga berharap Bank Himbara perlu lebih transparan memberikan bunga khusus untuk para eksportir.
Baca juga : Polemik Pelantikan Guntur Hamzah, Pratikno: Presiden Tak Bisa Ubah Keputusan DPR
Di acara yang sama, Menko Polhukam Mahfud MD menyatakan, akan melakukan pembenahan terhadap aparat keamanan dan penegak hukum menjelang Pemilu Serentak 2024. Pembenahan ini berkaitan dengan persoalan mafia.
Mahfud mengatakan, yang paling penting adalah menyiapkan konsolidasi keamanan untuk pemilu mendatang. Salah satunya, aparat keamanan dan penegak hukum harus berbenah sejak saat ini. Selain itu, Pemerintah juga menyiapkan solusi untuk persoalan sosial seperti upah minimum maupun masalah ketenagakerjaan. [BCG]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.