RM.id Rakyat Merdeka - Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) kembali memberangkatkan 470 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) program G to G Korea Selatan di Hotel El Royal, Kelapa Gading, Jakarta, Minggu (26/2).
Mereka diberangkatkan usai melaksanakan preliminary education (orientasi pra keberangkatan) menuju negara penempatan.
Kepala BP2MI Benny Rhamdani mengatakan, 470 CPMI program G to G ini telah dibekali keahlian guna mengadu nasib di negara penempatan.
Karena itu, dia optimistis tenaga kerja Indonesia yang bekerja di luar negeri mampu bersaing dalam kompetisi global menjemput peluang kerja.
Baca juga : Hilirisasi, Pariwisata Dan Infrastruktur Modal Kita
"Kalian ini adalah anak-anak terdidik yang telah mengikuti pelatihan, memiliki keahlian kompetensi, dan kemampuan berbahasa," kata Benny di Hotel El Royal, Minggu (26/2).
Benny menambahkan PMI merupakan duta negara yang siap mempromosikan pariwisata Indonesia. Hal itu ditandai dari pemberian credentials letter (surat kepercayaan diplomatik) dari Pemerintah Indonesia untuk PMI.
"Kalian pegang credentials letter dari negara. Surat ini hanya dipunyai para diplomat dan juga duta besar negara sahabat. Anggota DPR, kepala badan, kepala daerah nggak punya," ungkapnya.
Langkah ini ditegaskan Benny sebagai bentuk penghormatan negara terhadap Pahlawan Devisa. Sebab, Benny teringat pesan Presiden Jokowi kepadanya untuk melindungi PMI dari ujung rambut hingga ujung kaki.
Baca juga : OSO: Curi Ilmunya, Bawa Pulang Ke Indonesia
"Artinya kalian dinyatakan resmi oleh negara sebagai orang-orang baik. Bukan direkrut diam-diam oleh mafia kemudian diberangkatkan secara ilegal," ujar politisi Partai Hanura itu.
Lebih lanjut, dia menekankan komitmen institusinya menindak para mafia yang melakukan penempatan ilegal terhadap para PMI.
"Sikap tegas tanpa kompromi kepada para mafia penempatan ilegal PMI adalah harga mati. Ini pesan kami, tidak ada kata kompromi dalam penempatan ilegal PMI," jelas dia. Kl
Komitmen tersebut menurut Ketua Umum Barikade 98 itu merupakan langkah untuk melindungi dan memuliakan para PMI, yang notabene merupakan penyumbang devisa negara terbesar kedua setelah sektor migas.
Baca juga : Kunjungi Lokananta dan De Tjolomadoe, Erick Dorong Ekosistem Pariwisata Solo
"Salah satu resolusi BP2MI di tahun 2023 adalah sikat sindikat mafia Pekerja Migran Indonesia," cetus dia.
Negara tidak boleh kalah dari mafia. Negara harus hadir dan hukum harus bekerja. Pemerintah tidak mengenal kata lelah untuk melindungi PMI. Kata lelah, diakui Benny mendekatkan diri pada sikap menyerah.
"Perlindungan kepada PMI adalah perlindungan utuh dan menyeluruh," tutup dia.
Ada pun 470 CPMI Program G to G akan akan bekerja di sektor manufaktur dan perikanan. 349 CPMI akan berkerja di sektor manufaktur dan 121 di sektor perikanan. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.