Dark/Light Mode

Kunjungi Lokananta dan De Tjolomadoe, Erick Dorong Ekosistem Pariwisata Solo

Sabtu, 21 Januari 2023 18:29 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir (kiri) saat meninjau revitalisasi studio rekaman Lokananta di Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta, Jateng, Sabtu (21/1). (Foto: Istimewa)
Menteri BUMN Erick Thohir (kiri) saat meninjau revitalisasi studio rekaman Lokananta di Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta, Jateng, Sabtu (21/1). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri BUMN Erick Thohir kembali menegaskan komitmen kementeriannya, dalam memperkuat ekosistem pariwisata di Solo, Jawa Tengah (Jateng).

Terlebih, Solo memiliki banyak potensi wisata dan letak yang strategis secara geografis.

"Solo menyimpan banyak destinasi yang memiliki nilai historis, seperti yang kita lihat salah satunya, Lokananta ini," ujar Erick saat meninjau revitalisasi studio rekaman Lokananta di Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta, Jateng, Sabtu (21/1).

 

Baca juga : Pura Mangkunegaran Direvitalisasi, Erick Berharap Pariwisata Nasional Makin Moncer

 

Erick terus mengawal progres revitalisasi Lokananta, agar dapat sepenuhnya rampung pada tahun ini.

Erick menugaskan Holding BUMN Danareksa melalui anak usahanya, PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) untuk menata ulang studio rekaman pertama di Indonesia itu. Agar lebih kekinian, namun tak menghilangkan unsur sejarah.

Lokananta berdiri di atas lahan seluas 21.500 persegi. Sangat layak menjadi creative and commercial hub berbasis musik, museum, studio rekaman modern, tempat pertunjukan musik, dan penjualan merchandise musik.

Baca juga : Akademisi Dukung Jokowi Dorong Transformasi Digital Pada Sektor Birokrasi

Nantinya, juga akan ada sentra UMKM sebagai bagian dari eksosistem Lokananta.

"Targetnya, Juni mendatang, wajah baru Lokananta sudah bisa dinikmati masyarakat dan menjadi salah satu obyek wisata andalan Solo," kata Erick.

Selain ke Lokananta, Erick juga menyempatkan diri ke De Tjolomadoe. Tempat ini sejatinya adalah sebuah pabrik gula yang berdiri sejak 1861, dan kini dimanfaatkan sebagai kawasan wisata dan komersial.

Pemanfaatan pabrik gula bersejarah yang lama terbengkalai ini adalah kolaborasi sejumlah BUMN, seperti PT PP (Persero) Tbk, PT PP Properti Tbk, PT Taman Wisata Candi Prambanan, Borobudur, dan Ratu Boko (Persero), dan PT Jasa Marga Properti yang melakukan joint venture bernama PT Sinergi Colomadu pada 2017.

Baca juga : Tinjau Pembangunan Black Stone Yacht, Bamsoet Dorong Pemulihan Pariwisata Bali

"Kolaborasi ini luar biasa. Karena tak hanya sekadar membangun, tetapi juga melaksanakan revitalisasi yang sesuai dengan kaidah cagar budaya. Terpenting, De Tjolomadoe dikelola dengan baik, dan selalu adaptif menyesuaikan dengan perkembangan zaman," tutur Erick. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.