Sebelumnya
Hal senada disampaikan oleh Zaenal Budiyono MA dari Universitas Al-Azhar Jakarta.
"Kita tahu sejak awal kepemimpinannya, Ketua Umum PBNU Gus Yahya Staquf menekankan bahwa NU milik semua, bukan milik organisasi politik tertentu saja," kata Zaenal yang juga memimpin lembaga riset kawasan DCSC.
Baca juga : Kyai NU Jateng & Jatim Lakukan Tirakat Untuk Anies Baswedan
Sejak berdiri, NU selalu mengedepankan semangat perubahan dan perbaikan untuk kemaslahatan rakyat dan umat.
"Jadi kalau sekarang ulama NU Jateng-Jatim ini sepakat mendukung Anies Baswedan sebagai capres, saya kira ini merupakan bagian dari pengejawantahan sikap kesejarahan NU," tuturnya.
Baca juga : Beban Ekonomi Dan Stres Warga Bekasi Berkurang
Zaenal melanjutkan, nama-nama yang diusulkan sebagai kandidat cawapres juga masuk akal.
"Baik mereka yang berasal dari NU sendiri, maupun keluarga besar NU, seperti Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Semua memiliki integritas, kapasitas dan kapabilitas, meski dengan elektabilitas berbeda-beda," beber Zaenal.
Baca juga : Bakal Bahas Capres Cawapres, Pengamat: KIB Koalisi Paling Solid
Anies sendiri sudah mengumumkan kriteria cawapresnya, yaitu memiliki elektabilitas, menjamin soliditas koalisi, membantu efektifitas pemerintahan ke depan, memiliki chemistry atau dwi tunggal, serta mencerminkan semangat perubahan dan perbaikan.
"Jadi sekarang terpulang pada Anies untuk mengambil keputusan. Bahkan Ketua Umum Nasdem Surya Paloh yang kemarin memuji AHY sebagai lebih dari pantas sebagai cawapres, juga menunggu keputusan dari Anies. Saya kira usulan para Ulama NU ini bisa jadi masukan yang patut dipertimbangkan Anies, dihadapkan pada lima kriteria Cawapres yang telah dia sampaikan," tutup Zaenal. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.