BREAKING NEWS
 

Sikap Jokowi Tegas Dan Keras Soal U-20

Bola Jangan Dicampur Aduk Dengan Politik

Reporter : NUR ROCHMANNUDIN
Editor : SISWANTO
Rabu, 29 Maret 2023 08:32 WIB
Presiden Jokowi (Foto: Tangkapan layar)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi angkat suara soal derasnya penolakan di dalam negeri terkait keiikutsertaan Timnas Israel di Piala Dunia U-20. Jokowi menyampaikan sikap tegas dan keras. Jokowi tidak ingin urusan bola dicampur aduk dengan urusan politik.

Sikap Jokowi itu, disampaikan lewat video yang diunggah Akun YouTube Seketariat Presiden, semalam. Jokowi tidak bicara panjang lebar. Durasinya hanya 4 menit 57 detik, tetapi isinya jelas menyikapi kegaduhan yang ada hingga membuat Indonesia terancam batal menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20.

Kepala Negara mengawali pernyataannya dengan sebuah prinsip. Yakni, konsistensi dan keteguhan Indonesia dalam memperjuangkan dan mendukung kemerdekaan Palestina.

"Ini sesuai dengan konstitusi, menolak penjajahan dalam bentuk apa pun. Dan ini selalu kita sampaikan dalam forum-forum bilateral, forum multilateral, maupun forum internasional lainnya," tegas Jokowi.

Ia lantas menceritakan kronologi sampai akhirnya Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20. Pemerintah telah bekerja keras, melewati proses bidding dengan seleksi yang panjang. Karena saat itu, Indonesia harus bersaing dengan Brasil dan Peru. Sampai akhirnya, Oktober 2019, FIFA menunjuk Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20.

"Ini merupakan kehormatan bagi bangsa Indonesia. Karena kita mendapat kepercayaan menyelenggarakan Piala Dunia U-20, penyelenggaraan event olahraga yang paling banyak penggemarnya di seluruh dunia," ucap Jokowi.

Saat ditunjuk sebagai tuan rumah, Pemerintah belum mengetahui siapa yang akan ikut berkompetisi. Hal itu karena seluruh tim masih dalam proses prakualifikasi. Sementara, kepastian keikutsertaan Timnas Israel baru ada Juli 2022.

Baca juga : Djafar: Jangan Digeser Ke Politik, Agama Dan Rasialisme

Karena itu, Jokowi menjamin keikursertaan Timnas Israel tidak ada kaitannya dengan konsistensi posisi politik luar negeri Indonesia terhadap Palestina. Lagipula, dukungan Indonesia kepada Palestina selalu kokoh dan kuat.

"Dalam urusan Piala Dunia U-20 ini, kita sependapat dengan Duta Besar Palestina untuk Indonesia bahwa FIFA memiliki aturan yang harus ditaati anggotanya. Jadi, jangan mencampuradukkan urusan olahraga dan urusan politik," pinta Jokowi.

Sebelumnya, Dubes Palestina untuk Indonesia, Zuhair Al Shun tidak mempermasalahkan jika Timnas Israel hadir di Indonesia. Keikutsertaan mereka tidak serta merta mengurangi dukungan Indonesia terhadap perjuangan bangsa Palestina.

Hanya saja, FIFA mengetahui penolakan dari sejumlah pihak di Tanah Air. Untuk permulaan, FIFA membatalkan pengundian atau drawing Piala Dunia U-20 yang seharusnya berlangsung, Jumat (31/3) di Bali. Pembatalan drawing itu dianggap ancaman bahwa Indonesia bisa batal menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 yang digelar mulai akhir Mei mendatang.

Melihat gelagat tak baik itu, Jokowi tak patah arang. Pemerintah maupun PSSI, masih terus berusaha agar ada solusi terbaik. "Saya telah mengutus Erick Thohir, untuk bertemu dengan tim FIFA, mencari penyelesaian yang terbaik, mencari solusi yang terbaik," pesannya.

Adsense

Guru besar hukum internasional Universitas Indonesia, Prof Hikmahanto Juwana mengapresiasi sikap Presiden. Menurutnya, konstitusi tetap dijaga dan dikawal dalam politik luar negeri Indonesia. Yakni penjajahan harus dihapuskan di muka bumi, meski Timnas Israel hadir di Indonesia.

Lagipula, kehadiran Timnas Israel bukan kompromi dari kebijakan luar negeri Indonesia. Atau bahkan menurunkan kadar militansi Indonesia dalam memperjuangkan pengembalian tanah rakyat Palestina.

Baca juga : Jangan Campur Aduk Bola Dengan Politik

Buktinya, Dubes Palestina untuk Indonesia sebagai representasi Pemerintah dan rakyat Palestina, tidak mempersoalkan kehadiran Timnas Israel. Sehingga tidak elok, jika masyarakat Indonesia bersikap kontrakdiktif dari apa yang disampaikan Zuhair Al Shun.

"Dengan statement yang jelas ini, saya yakin Pak Erick akan berhasil meyakinkan FIFA bahwa Indonesia bisa menerima Timnas Israel. Konsekuensi ikutannya tentu menjadi tanggung jawab Pemerintah Indonesia, termasuk keamanan dan lainnya," ulas Hikmahanto kepada Rakyat Merdeka, tadi malam.

Anggota Komisi I DPR Christina Aryani juga menyayangkan jika urusan sepakbola dikaitkan dengan politik. Ia berharap, pernyataan Presiden dapat meluruskan sejumlah pihak yang meragukan sikap Indonesia kepada Palestina.

Saat ini, Pemerintah dan PSSI yang digawangi Erick Thohir harus berupaya melobi Presiden FIFA Gianni Infantino agar Indonesia tetap menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20. Juga menjelaskan secara clear, posisi politik luar negeri Indonesia, tanpa mengurangi kesiapan menggelar perhelatan Piala Dunia U-20 dengan aman.

"Dubes Palestina untuk Indonesia juga jelas menyampaikan bahwa keikutsertaan Timnas Israel dalam turnamen tersebut sesuai dengan aturan FIFA dan tidak akan mengurangi dukungan Indonesia terhadap perjuangan bangsa Palestina untuk merdeka," kata Christina.

Sekadar informasi, pembatalan drawing yang dilakukan FIFA bisa berbuntut panjang. Bukan cuma batal menjadi tuan rumah, PSSI juga bisa di-banned FIFA.

Indikasi ke arah sana menguat, karena berita soundtrack Piala Dunia U-20 2023 juga telah dihapus di laman resmi FIFA. FIFA dan Weird Genius merilis lagu resmi Piala Dunia U-20 dengan judul 'Glorious' pada Jumat (24/3). Namun, pemberitaan lagu 'Glorious' yang dinyanyikan para penyanyi berbakat Indonesia itu, kini menghilang di situs resmi FIFA, kemarin.

Baca juga : Telurkan Piagam Kerja Sama, Dukungan Untuk Anies Kian Kokoh

Plt Menpora Muhadjir Effendy memastikan Pemerintah masih mengupayakan yang terbaik. Ia membantah informasi yang disampaikan mantan pengurus PSSI Yesayas Oktavianus yang mengklaim FIFA telah membatalkan Indonesia sebagai tuan rumah dan memberikannya ke Peru.

Kata Muhadjir, FIFA memahami politik luar negeri Indonesia. Sehingga diharapkan tidak ada sanksi yang diberikan sesuai prediksi para pengamat. "Nanti tunggu pengumuman FIFA. Insya Allah tak seseram yang disampaikan para analis," imbuhnya.

Terkait prasyarat yang diajukan Pemerintah kepada FIFA tentang kehadiran Timnas Israel, Muhadjir mengklaim sudah ada yang diakomodir FIFA. Namun, ia tidak mau membocorkan.

"Itu hak PSSI untuk menjelaskan. Saya kan Plt Menpora. Jadi, saya tidak boleh membuat pernyataan yang sifatnya strategis. Saya hanya menangani yang sikapnya mendesak, sambil menunggu menteri definitif," pungkasnya.■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense