RM.id Rakyat Merdeka - Ajang balap Formula E jilid II di Jakarta kurang gereget alias tak bergairah. Jumlah penonton dan pendukung acara tersebut menurun drastis bila dibandingkan tahun lalu.
Seri ke-10 dan ke-11 balap Formula E di Jakarta International E-Prix Circuit Ancol, Jakarta Utara, selama dua hari yakni, Sabtu (3/6) dan Minggu (4/6), sudah berakhir.
Pantauan di lokasi selama dua hari even ini digelar, suasana di sekitar dan di dalam sirkuit tidak sepadat tahun lalu. Lalu lalang penonton, kru dan pendukung acara tampak lengang. Kursi penonton di grandstand pun baru mulai terisi jelang balapan dimulai. Itu pun tidak penuh, banyak kursi di grandstand yang tak bertuan hingga balapan kelar, baik di seri ke-10 maupun seri ke-11.
Baca juga : Erick: Gajah BUMN Harus Lincah Nari, Kecak Oke, Flamengo Boleh...
Gelaran kali ini juga terasa kurang semarak. Minim pejabat, tokoh politik/masyarakat atau public figur yang hadir menonton. Bahkan, Presiden Jokowi yang rencananya hadir di hari kedua, ternyata absen. Jokowi dikabarkan tengah di luar kota.
Rombongan penonton berseragam swasta terlihat hanya segelintir. Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang menggelar lapak juga sedikit. Booth atau stand lebih banyak diisi oleh pelaku usaha terkenal.
Terkait pelaksanaan, koordinasi antar petugas dan pengaturan bus shuttle ke depan harus dievaluasi. Karena pada hari kedua, saat pulang penonton lama antre bus untuk ke tempat parkir. Padahal, mereka disarankan menggunakan angkutan umum.
Baca juga : Pengamat: Ada Upaya Lemahkan Penanganan Kasus Formula E
Akibat lama menunggu bus, ribuan penonton sempat saling dorong. Hal ini diduga karena kurangnya koordinasi petugas dalam mengatur pergerakan bus.
Panitia menyediakan tiga titik lokasi parkir kendaraan. Yakni, Parkir Hailai, Jakarta International Stadium (JIS), dan Lapangan Parkir Benyamin Sueb (Kemayoran). Dari situ penonton disediakan bus shuttle menuju lokasi Formula E.
Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono yang hadir di hari kedua, mengapresiasi kegiatan Formula E 2023. Menurut Heru, adu cepat mobil listrik ini berjalan dengan baik.
Baca juga : Jokowi: Kalau Ada Uang Di APBN Dieman-eman
“Ajang ini bagus, tidak hanya untuk mendukung pergerakan ekonomi, terutama di sektor UMKM. Tetapi telah mempromosikan Jakarta sebagai kota yang mendukung kendaraan listrik yang ramah lingkungan,” kata Heru, Minggu (4/6).
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.