Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Koordinator Pergerakan Advokat (Perekat) Nusantara, Petrus Selestinus, menilai ada upaya melemahkan pengungkapan kasus Formula E yang sedang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Petrus menyatakan, upaya pelemahan itu merujuk pada pemberitaan media nasional soal ‘Manuver Firli Menjegal Anies’.
"Isu pemberitaan itu bermaksud memperlemah proses penyelidikan yang dilakukan KPK dalam kasus dugaan korupsi Formula E," ujar Petrus. Pernyataan itu disampaikan dalam acara diskusi Kajian Hukum Forum Diskusi Wartawan Metropolitan bertema 'Formula E: Membongkar Pengadilan Opini, Membedah Fakta Pidana' pada Kamis (13/10).
Baca juga : Pengusaha Minta Tarif Angkutan Penyeberangan Dinaikkan Lagi
Petrus Selestinus menjadi narasumber bersama Romli Atmasasmita sebagai keynote speaker dan Guru Besar Universitas Pancasila, Agus Surono.
Dia menilai, pemberitaan itu sebagai manuver politik. Apalagi disusul deklarasi Partai NasDem yang menyatakan dukungan kepada Anies Baswedan untuk mencalonkan diri sebagai calon presiden (capres) di Pemilihan Presiden 2024.
“Itu manuver bertujuan memberi sinyal kalau perkara Anies atau Formula E ke (tahap) penyidikan, maka ada resistensi dari Nasdem dari simpatisan Anies dan lain-lain untuk merintangi penyidikan kasus korupsi," ujarnya.
Baca juga : Pengamat: Ganjar Pranowo Semakin Berpotensi Diusung KIB
Melihat hal ini, kata dia, masyarakat harus mendukung KPK bekerja mengusut kasus tindak pidana korupsi.
"Masyarakat harus mendukung KPK supaya dalam bekerja tak boleh diintervensi termasuk intervensi NasDem atau dari simpatisan Anies," pungkasnya.
Dugaan korupsi penyelenggaraan Formula E awalnya dilaporkan KPK oleh Kelompok Forum Masyarakat. Mereka menilai penyelenggaraan balap mobil listrik tersebut tidak masuk akal, karena Pemprov DKI tetap membayarkan biaya komitmen kepada penyelenggara di tengah situasi pandemi Covid-19.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya