RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) berkolaborasi dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam menyelenggarakan Kegiatan Literasi Digital Sektor Pemerintahan kepada Prajurit TNI.
Kegiatan dilaksanakan secara hybrid di Hotel Santika Premiere ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Banten, akhir pekan lalu.
Kegiatan yang diikuti sekitar 6.394 orang Perwira Tinggi dan Menengah TNI secara luring maupun daring ini bertujuan untuk membangun pemahaman literasi digital di lingkungan TNI guna mewujudkan prajurit TNI yang “Makin Bijak dan Cakap Digital”.
Kegiatan Literasi Digital kepada TNI merupakan salah satu upaya Kemenkominfo dalam mempercepat transformasi digital di lingkungan pemerintahan daerah menuju Indonesia #MakinCakapDigital.
Pelaksana Tugas Menteri Komunikasi dan Informatika (Plt. Menkominfo), Mahfud MD dalam sambutannya mengatakan bahwa digitalisasi saat ini berdampak dengan munculnya berbagai jenis ancaman baru yang dapat mengganggu kedaulatan negara.
Baca juga : Manfaatkan Media Digital, Fikom Ubhara Jaya Dorong Kecakapan Berbahasa Untuk Siswa SD
Menurutnya, dampak ini perlu diwaspadai TNI dalam melaksanakan pertahanan negara untuk mempertahankan kedaulatan, menjaga kesatuan dan keutuhan Negara Kesatuan RI, serta menjaga keselamatan bangsa dari berbagai ancaman dalam lingkup militer.
Mahfud MD juga mengingatkan bahwa pemerintah akan menghadapi tahun demokrasi sebentar lagi, oleh karena itu perlu adanya penekanan netralitas dalam prajurit TNI beserta Keluarga Besar TNI dalam Pemilu.
TNI diharapkan dapat menjaga kondusifitas dalam proses pemilu dan memastikan bahwa pemilu aman bagi seluruh Rakyat Indonesia.
“TNI dan Polri diharapkan tetap pada posisi netral, terutama dalam merespons lalu lintas digital yang kemungkinan akan menimbulkan banyak provokasi yang menyasar masyarakat dengan tingkat literasi rendah," ujar Mahfud MD dalam keterangannya, Rabu (28/6).
Menurutnya, melalui program literasi digital yang dijalankan, pemerintah berharap agar seluruh anggota TNI dapat lebih cakap, teliti, dan berhati-hati serta menggunakan logika dalam menerima dan menyebarkan informasi, khususnya informasi mengenai pemilu, baik secara lisan maupun tulisan.
Baca juga : Pandu Digital Dan Kick Off Literasi Digital Dukung Tenaga Pendidik Di Sumbar
Panglima TNI, Laksamana TNI Yudo Margono dalam sambutannya menghimbau agar anggota TNI wajib memberantas setiap konten negatif yang ditemui dengan cara memiliki kecakapan digital dalam memilah informasi demi menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
“Melalui kegiatan ini, saya berharap Literasi Digital mampu meningkatkan kecakapan prajurit dalam beraktivitas di ruang digital," ujar Yudo.
Ia berharap semoga setelah pelatihan ini tidak ada prajurit yang membocorkan rahasia negara, mudah percaya dengan hoaks, serta konten yang bertentangan dengan tugas TNI sebagai pemersatu bangsa.
"Perlu ditekankan pada jajaran semuanya, harus memilah mana konten yang bisa dibagikan atau tidak dan pikirkan dampaknya terhadap persatuan,” jelasnya.
Kegiatan Literasi Digital Sektor Pemerintahan kepada Prajurit TNI dilanjutkan dengan seminar literasi digital bagi Perwira Tinggi dan Menengah TNI yang membahas Empat Pilar Literasi Digital yaitu Kecakapan Digital yang dibawakan oleh Staf Pengajar Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, Pudy Prima.
Baca juga : Literasi Tinggi Akan Hasilkan Inovasi & Produk Kompetitif Di Pasar Global
Dalam pemaparannya, Pudy menjelaskan mengenai penerapan kecakapan digital untuk mendukung kinerja TNI, dimana para prajurit setidaknya harus memiliki lima kemampuan dasar mengenai kecakapan digital.
Pudy menambahkan, ada lima kemampuan dasar yang perlu TNI asah dimulai dengan kemampuan ‘menyeleksi’ untuk memilah dan memilih mana informasi yang bermanfaat dan mana yang tidak.
Kemudian memahami apakah informasi yang diterima sesuai dengan tupoksi dan etika prajurit TNI. Kemudian, TNI juga perlu ‘menganalisis’ atau melihat dampak positif dan negatif dari informasi yang diterima.
Prajurit juga perlu memverifikasi informasi yang diterima dengan berbagai sumber. Lalu, hal terakhir yang perlu dicermati adalah berpartisipasi dimana prajurit TNI dapat bekerja sama di berbagai forum dan komunitas secara etis,” tegas Pudy.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.