Sebelumnya
Dalam kesempatan itu, Jokowi menegaskan bahwa program sekolah gratis semacam SMKN Jawa Tengah dapat diterapkan di tingkat nasional.
"Nanti akan saya perintah Mendikbud datang ke sini untuk dievaluasi lagi agar bisa diperluas ke provinsi yang lain untuk warga yang tidak mampu. Ya nanti biar Mendikbud ke sini. Kalau saya, bisa. Setelah Mendikbud ke sini nanti baru bisa kita putuskan. Ini saya melihat bagus," kata Jokowi.
Rektor Takayama College Of Car Akui Kurikulum SMKN Jateng Sangat Bagus Sementara dalam kesempatan yang sama, Rektor Takayama Collage Of Cars, Prof. Sakai Susumu mengatakan, SMKN Jateng adalah sekolah yang memiliki kurikulum bagus.
Selain mengajarkan keterampilan untuk siswanya, sekolah itu juga mengajarkan tentang pentingnya kedisiplinan.
Baca juga : Puji Ganjar, Jokowi: Program SMKN Gratis Jawa Tengah, Bisa Jadi Program Nasional
"Untuk itu kami tertarik bekerjasama dengan SMKN Jateng, dimana lulusannya mendapat beasiswa kuliah di kampus kami. Kami sangat tertarik dengan SMKN Jateng karena siswanya tak hanya terampil, namun juga memiliki kedisiplinan yang tinggi," kata Prof Sakai Susumu di sela acara kunjungan Presiden Joko Widodo ke SMKN Jateng.
SMKN Jateng yang digagas Ganjar Pranowo itu, menurut Sakai, memiliki kurikulum yang sangat bagus.
"Kultur di SMKN Jateng mirip dengan kultur kami di Jepang, siswanya sangat disiplin dan begitu mementingkan keselamatan kerja," jelasnya.
Dia mengatakan sudah melihat sendiri bagaimana sistem pembelajaran di SMKN Jateng.
Baca juga : Jokowi Ajak ASEAN Basmi Kejahatan Transnasional
Untuk itu, pihaknya tertarik bekerjasama menampung para lulusan SMKN Jateng untuk kuliah di Takayama Collage Of Car di Jepang.
"Tujuan kami mencari bibit dari SMKN Jateng untuk belajar otomotif di kampus kami bukan hanya disiapkan untuk bekerja. Tapi mereka juga disiapkan untuk kembali ke Jateng dan mengaplikasikan ilmunya pada adik-adiknya di SMKN Jateng ini," pungkasnya.
Diketahui, SMKN Jawa Tengah yang diinisiasi Ganjar, menjadi rahim pendidikan yang mampu menjadi solusi penanganan kemiskinan melalui pendidikan.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, sejak 2014 lalu, sekolah berkonsep boarding itu telah meluluskan sebanyak 1.837 siswa, terdiri dari 825 orang lulusan SMKN Jawa Tengah Kampus Semarang, 336 orang lulusan SMKN Jawa Tengah Kampus Pati, dan 676 orang lulusan SMKN Jawa Tengah Kampus Purbalingga.
Baca juga : Denny JA: Popularitas Jokowi Kalahkan Isu Perubahan
Dari jumlah tersebut, 80 persen di antaranya terserap di dunia kerja maupun perguruan tinggi, baik di tingkat nasional atau luar negeri.
Saat ini, Pemprov Jateng terus membuka lebar akses pendidikan gratis dengan menambah 15 SMKN Jawa Tengah semi boarding tersebar di berbagai kabupaten/ kota.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.