Sebelumnya
Warsito menyatakan, angka kemiskinan ekstrem di Indonesia periode Maret 2023, turun secara signifikan sehingga bisa mencapai angka 0% seperti yang telah diamanatkan Perpres Nomor 4 tahun 2022.
“Berdasarkan data BPS, angka kemiskinan ekstrem Indonesia pada Maret 2023, turun signifikan menjadi 1,12% dari 2,04% pada Maret 2022. Kemudian sesuai dengan instruksi Presiden Nomor 4 tahun 2022 mengamanatkan agar kemiskinan ekstrem mencapai 0% pada tahun 2024 mendatang,” ujarnya.
Baca juga : Gibran Ingin Berikan Banyak Panggung Bagi Musisi Lokal
Untuk mewujudkan hal tersebut, mantan Atase Pendidikan di Kedutaan Besar RI di Paris ini menambahkan, diperlukan kolaborasi antara Kemenko PMK dan BAZNAS, dengan membangun program-program yang memperkuat dalam mengatasi tiga permasalahan utama yang menjadi fokus bersama.
Selain itu, diperlukan juga keterlibatan pihak lain untuk memastikan kesuksesan dan dampak yang berkelanjutan. BAZNAS, jelas Warsito, merupakan lembaga yang bisa memberikan persprektif baru dan solusi inovatif, dalam mendukung program prioritas pemerintah. Baznas berupaya membantu program pemerintah dengan menghimpun zakat, infaq, dan sadaqah.
Baca juga : Konsolidasi Pemenangan Prabowo Gibran, INKUD Bagikan Bantuan Genset Di JatengĀ
“Program-program ini memerlukan kekuatan Baznas dan komitmen Kemenko PMK untuk menciptakan kebijakan inklusif. Kolaborasi ini juga melibatkan pemerintah daerah, organisasi non-pemerintah, civitas akademik, lembaga filantropi, sektor swasta dan masyarakat sipil,” jelasnya
Warsito juga mengapresiasi Baznas telah berperan aktif dalam mengupayakan program prioritas pemerintah dalam pengentasan kemiskinan ekstrem.
Baca juga : Dolar AS Terkoreksi, Pagi Ini Rupiah Melesat
"Saya mengapresiasi Baznas sebagai lembaga filantropi yang berkontribusi mendukung penghapusan kemiskinan ekstrem dan stunting melalui program Rumah Layak Huni, Rumah Sehat BAZNAS, dan BAZNAS microfinance atau Bank Zakat Mikro (BZM) sehingga dapat memberikan perspektif baru dan solusi inovatif dalam mendukung program pemerintah” ujarnya. (*)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.